Jaring 15 Juta Wisman, Kemenpar Harapkan AP1 Tingkatkan Konektivitas Udara

Selasa, 09 Mei 2017 : 08.46
Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Dirut PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro (kanan)
MANGUPURA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengharapkan PT Angkasa Pura I (Persero) bisa terus meningkatkan konektvitas udara guna mendukung kedatangan wisatawan mancanegara yang ditargetkan mencapai 15 Juta orang pada tahun 2017.

Arif didampingi Staf Khusus Menpar Bidang Connectivity Judi Rifajantoro dan Tenaga Ahli Menpar Robert Waloni menyatakan hal itu saat kunjungan kerja ke PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Kunjungan kerja merupakan lanjutan Roadshow Air Connectivity yang digagas oleh Kementerian Pariwisata untuk airlines, air navigation, dan airports guna mengejar target 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2017.

Rombongan Menpar diterima Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro dan Direktur Operasi Wendo Asrul Rose di Novotel Bali Airport, Mangupura, Bali (8/5/17).

Menpar Arief Yahya, Kementerian Pariwisata telah menetapkan tiga prioritas utama di tahun 2017 yaitu go digital, homestay desa wisata, dan konektivitas udara. Ia menegaskan konektivitas udara merupakan tiga critical success yang dapat membuat lebih banyak wisman masuk ke Indonesia.

Pertama, hampir 80% wisman masuk ke Indonesia melalui transportasi udara. Sisanya melalui laut ke Kepulauan Riau, dan cross-border land. "Sehingga aksesibilitas udara menjadi Key Success Factor (KSF) bagi pencapaian target kunjungan wisman,” ujar Arief.

Yang kedua, akses udara ini 80% dari proyeksi 15 juta kunjungan tahun ini, sehingga kita masih kekurangan sekitar 2 juta seats capacity dari negara yang merupakan pasar utama wisman, seperti Tiongkok, Singapura, Malaysia, India, Eropa, Australia, Jepang, Korea, dan lainnya.

Ketiga, trafik di sebagian besar bandara Internasional di Indonesia over capacity, seperti DPS (Bali) dan CGK (Jakarta) yang merupakan pintu gerbang utama bagi wisman, Demikian juga, beberapa bandara lainnya yang banyak diminati oleh wisman, seperti SUB (Surabaya), JOG (Jogja) dan BDO (Bandung).

Menpar Arief mengharapkan agar Angkasa Pura I untuk dapat membantu mencapai target 15 juta wisman di tahun 2017. Masih terdapat shortage seat capacity sebesar 2 juta seat. Untuk itu diperlukan percepatan pengembangan infrastruktur bandara.

“Sebagai pengelola airport, Angkasa Pura I masih memperoleh hak monopoli. Untuk itu yang menjadi pesaing adalah diri sendiri yaitu bagaimana memacu kinerja perusahaan menjadi lebih baik,” ungkap Arief Yahya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro dalam paparannya mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung dan mengembangkan pariwisata dengan mengadakan berbagai event skala nasional dan internasional.

Kata Danang, melalui kegiatan Collaborative Destination Development (CDD) yang digagas Angkasa Pura I dengan menghimpun berbagai stakeholders pariwisata dan komunitas daerah yang diharapkan dapat meningkatkan potensi bisnis pariwisata dalam mendukung pembangunan dan ekonomi di daerah tempat Angkasa Pura I berada. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi