Ini Alasan Manajemen Discovery Shopping Mall Tutup Trend Accesories

Senin, 22 Mei 2017 : 17.43
Kuasa Hukum Agustinus Nahak dan GM DSM Wayan Puspa Negara berikan keterangan pers
DENPASAR - Pihak Manajemen Discovery Shopping Mall (DSM) menegaskan alasan penutupan dua tenant D'Sign dan Trend Accessories penyewa tempat di Mall sudah melewati pertimbangan matang setelah berbagai upaya dilakukan tidak mendapat respons pihak pemilik tenant.

Lewat kuasa hukum DSM, Agustinus Nahak, disampaikan manajemen DSM melakukan penutupan didasari proses sebelumnya yang tidak pernah digubris pihak pemilik Tenant.

"Proses ini sudah berjalan dua tahun, baik lewat publikasi, negosiasi, kita surati berkali-kali, agar jika ada tenant yang melanggar agar menyadari segera menyelesaikan dengan baik sesuai aturan yang ada," katanya dalam jumpa pers di Kantor Managemen DSM Kuta, Senin (22/5/17).

Karena tidak ada itikad baik sehingga manajemen malakukan penutupan sementara terhadap kedua toko milik Daniel Chia.

Langkah itu dilakukan, karena surat yang dilayangkan tidak ditanggapi serius sementara setiap bulan selalu saja ada yang datang seperti pemilik pemegang merk maupun petugas merazia seperti tas, jam tangan kemudian dibawa ke Polda Bali

"Mall ini punya nama baik, dia harus diperjuangkan, karena ini bisnis tentunya kami tidak semena-mena karena ini sudah dua tahun berjalan," ujar Agus didampingi GM Corporat DSM Wayan Puspa Negara.

Karenanya, setelah ada pergantian owner perlu ketegasan sebab jika dibiarkan tidaka akan pernah selesai dan terus berlarut. Secara prinsip, pihak PT Bali Unicorn selaku pengelola DSM meminta agar pihak pemilik tenant yang terindikasi dan diduga menjual barang produk tidak orginal atau asli segera mengganti dengan produk asli.

Faktanya, mereka tidak mau mengindahkan tetap ingin berjualan dengan produk-produk yang melanggar UU Hak Cipta dan perikatan kerja sama.

Pasalnya, dalam perjanjian perikatan kerja sama (PPKS) yang ditandatangani semua penyewa tempat di Mall untuk menjual produk asli atau original yang dibuktikan dengan lisensi atau izin pemegang merk.

Tenant Trend yang ditutup Manajemen DSM 
Hal itu penting dilakukan mengingat DSM telah dibranding sebagai destinasi wisata mall yang banyak dikunjungi wisatawan asing karena menjual produk barang-barang legal, asli memiliki lisensi pemegang merk dagang.

"Kami hanya minta, tinggal ganti produk, kami tidak pernah mengusir, bahkan kita fasilitasi agar produk-produk yang tidak sesuai aturan UU itu dengan produk yang original sebagaimana perikatan kerja sama yang ditandatangi bersama," imbuh Agus yang Ketua DPW HAMI Bersatu Bali itu.

Terkait gugatan yang dilayangkan Daniel ke Pengadilan Negeri Denpasar terhadap PT Bali Unicorn, pihaknya mempersilakan saja, sebab itu hak orang atau pihak yang merasa keberatan.

Pihaknya siap melayani gugatan hukum termasuk siap mendatangi panggilan PN untuk datang memberikan klarifikasi dan keterangan serta bertemu pihak penggugat yang diagendakan, Selasa (23/5/17).

"Yang kami sayangkan, kenapa gugatan yang ditujukan ke PT Bali Unircorn namun justru banyak membahas pribadi Puspa Negara," tutup Agus. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi