Gempa 2,4 SR Goyang Tejakula Buleleng

Senin, 15 Mei 2017 : 19.14
ilustrasi/net
BULELENG - Warga dikejutkan dengan getaran gempa bumi tektonik yang melanda sebagian wilayah Pulau Bali bagian utara tepatnya di Kabupaten Buleleng, Senin (15/5/17).

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=2,4 Skala Richter terjadi sekira pukul 12.54 Wita, dengan episenter pada koordinat 8,09 LS dan 115,30 BT, tepatnya di darat 37 km Barat Laut Karang Asem-Bali dengan kedalaman 12 Km.

Berdasarkan laporan warga, intensitas guncangan gempa bumi ini dirasakan II SIG-BMKG (II-III MMI) di sebagian wilayah Pulau Bali bagian utara dirasakan di Kecamatan Tejakula, Buleleng.

"Di daerah ini guncangan dirasakan beberapa orang. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan rumah akibat gempa bumi," jelas Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar M. Taufik Gunawan dalam siaran persnya.

Jika ditinjau lokasi pusat gempa buminya dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi yang terjadi berkaitan dengan keberadaan struktur sesar aktif yang terdapat di Laut Bali.

Data geologi dan tektonik menunjukkan bahwa di Laut Bali memang terdapat sebaran struktur sesar aktif yang memungkinkan terjadinya reaktivasi sesar hingga memicu terjadi gempa bumi ini.

Peristiwa gempa bumi dengan pusat di Laut Bali sangat menarik untuk dikaji mengingat di zona ini juga terdapat struktur sesar aktif yang diduga kuat sebagai kelanjutan/terusan dari Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

Kondisi tektonik semacam ini menjadikan wilayah pesisir utara Bali menjadi kawasan yang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami.

Terkait peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Bali bagian utara ini, warga setempat dihimbau untuk tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi kekuatannya relatif kecil. "Gempa ini tidak merusak dan tidak berpotensi tsunami," demikian Taufik. (gek)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi