DPW IUMKM Bali Dikukuhkan, Siap Berkontribusi untuk Perekonomian Daerah

Selasa, 23 Mei 2017 : 11.04
DENPASAR - Industri Usaha Mikro Kecil Dan Menengah perlu memahami pentingnya empat pilar pengembangan industri berupa produk, financial, governance, dan pasar untuk mempermudah jalannya usaha.

Ketua Asosiasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (IUMKM) DPW Bali, Made Herry Erika Sedana mengatakan, pelaku bisnis harus mempunyai kekuatan akan banyak hal.

"Antara lain, produk, financial, governance, dan pasar," katanya usai dilantik sebagai ketua DPW Bali Asosiasi IUMKM oleh Hermawati Setyorinny, Ketua Umum Asosiasi IUMKM Indonesia di The Trans Resort Bali, Kuta, Badung (23/5/17).

Untuk itu, pada pendirian asosiasi IUMKM, Erika menargetkan anggotanya mengerti akan kekuatan produk, financial, governance, serta pasar yang kian berkembang. “Kami akan gembleng para anggota dalam berbagai pelatihan. Ini untuk menjembatani mereka ke pasar dan akses permodalan.” katanya.

Selanjutnya, Asosiasi IUMKM akan menjembatani akses permodalan dalam KUR yang di program oleh pemerintah. “Pada triwulan pertama pembentukan asosiasi, kami akan menjembatani sekitar 100 pegiat usaha,” kata Erika.

Menurutnya, IUMKM Bali masih mempunyai potensi luar biasa. Memang, kontribusi terbesar masih datang dari industri pariwisata. Namun sesungguhnya pariwisata banyak didukung oleh IUMKM lainnya. “Misal industri kerajinan, warung makan, fashion dan akesoris.”

Sektor penopang itu, paparnya, akan terus berkembang dan tumbuh secara konsisten mengiringi industri utama, yakni pariwisata. “Jika industri utama dan penopang berjalan seiring, IUMKM Bali akan mampu memberikan kontribusi positif terhadap Bali.”

Selain pariwisata, ada bermacam-macam IUMKM yang bisa tumbuh dan kembang bersama dengan industri pariwisata. Yakni, pertanian, trading serta supply chain hingga toko sembako. “Semua masuk dalam ruang lingkup IUMKM.”

Dalam komitmen pengembangan IUMKM tersebut, sejalan dengan data yang dirilis BPS Bali. Pada data tersebut, IUMKM Bali pada triwulan I/2017 mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,60% secara triwulanan jika dibandingkan triwulan IV/2016.

“Menurut data tersebut, capaian pertumbuhan IUMKM Bali ini berada di atas pertumbuhan nasional yang hanya sebesar 2,44% pada periode yang sama,” katanya dalam rilis diterima Kabarnusa.com.

Sementara itu, jika dilihat secara periode tahunan, IUMKM Bali pada triwulan I/2017 tumbuh positif sebesar 12,69% dibandingkan triwulan yang sama periode 2016 lalu. Bahkan angka pertumbuhan IUMKM Bali pada triwulan ini jauh lebih tinggi dari angka nasional yang mencapai 6,63%.

Beranjak dari kepedulian terhadap perkembangan ekonomi Indonesia dan daerah, berbagai pihak dewasa ini melihat kesempatan positif untuk ikut membangun. Salah satunya adalah Asosiasi IUMKM Indonesia AKUMANDIRI yang ingin berperan serta.

Erika menambahkan, saat ini pergerakan dan pertumbuhan ekonomi stabil sangat kuat ditopang oleh Industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Gerakan ini tidak hanya dapat dikembangkan di dalam negeri, tetapi kesempatan masih terbuka luas di manca negara.

Pihaknya melihat masih banyak kesempatan untuk Industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk memberi kontribusi dan mengambil bagian aktif dalam peningkatan ekonomi daerah di masa sekarang dan di masa mendatang.

"Negara-negara di ASEAN sepakat bahwa Industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menjadi elemen kunci penggerak ekonomi," tandasnya.

Untuk tetap konsisten memberi pertumbuhan positif, Industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ini perlu secara berkesinambungan diarahkan dan dibimbing dengan manajemen usaha yang baik, transparan serta indicator pertumbuhan dan perkembangan yang jelas agar nantinya dapat bergerak maju dengan lebih kreatif dan mandiri.

Untuk itu, Asosiasi IUMKM Indonesia AKUMANDIRI, hadir menjadi wadah positif dengan tujuan pembinaan dan pengembangan Industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sehingga nantinya Industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dapat mulai bekerja dan bergerak kreatif.

"Bisa mandiri sehingga tetap dapat berkontrinbusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang signifikan," pungkas Erika.

Sebelum acara pelantikan, juga dilaksanakan talkshow entrepreneurship bertema Winning in Today’s Business Environment yang menghadirkan Ketua Umum Asosiasi IUMKM Indonesia Hermawati Setyorinny, Kadis Koperasi & UKM Provinsi Bali Dewa Nyoman Patra, Ketua KADIN Bali AA Ngurah Alit Wiraputra. Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusra Papua Kuswahyudi dan Nengah Natyanta selaku CEO Coco Group sebagai pembicara. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi