BI Catat Penurunan Kualitas Kunjungan Wisatawan Asing ke Bali

Kamis, 25 Mei 2017 : 10.13
DENPASAR - Bank Indonesia mencatat adanya penurunan kualitas kunjungan wisatawan mancanegara dari sisi lama tinggal pada tahun 2015 mencapai 3,08 hari pada tahun 2016 menjadi 2,93 hari.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Azka Subhan dalam sambutan Seminar Nasional Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Denpasar, Rabu (24/5/17).

Selain turunnya masa tingal atau 'longstay', BI mencatat tingkat pengeluaran walaupun turun tipis dari 143,45 dolar AS atau turun dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 143,92 dolar AS per hari sehingga perlu diantisipasi pihak terkait.

Sedangkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2016 mencapai 4,9 juta orang mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4 juta orang. Hingga triwulan pertama tahun 2017, kata Azka, BI mencatat sekitar 1,3 juta wisman berkunjung ke Tanah Air.

Pada bagian, lain Azka menyoroti pemerataan pengembangan pariwisata di mana bank sentral melihat belum adanya konsep holistik dan terintegrasi dalam pengembangan pariwisata di Bali. "Strategi pengembangan pariwisata antara pelaku usaha dan pemerintah, belum sepenuhnya bersinergi," lanjutnya.

Ia menambahkan, tantangan lainnya yakni penurunan kualitas wisatawan mancanegara di Bali, persaingan transaksi pemesanan dalam jaringan dan transaksi konvensional hingga alih fungsi lahan.

Diketahui. Bank sentral itu memproyeksi prospek pertumbuhan ekonomi Bali tahun ini mencapai kisaran 6,10-6,50 persen yang didorong konsumsi rumah tangga, ekspor barang dan jasa dan investasi.

Untuk lapangan usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali adalah akomodasi makan dan minum atau pariwisata, pertanian dan transportasi.

Karenanya, Bank Indonesia mengingatkan adanya pemerataan pengembangan pariwisata di Provinsi Bali agar tidak terkonsentrasi di bagian selatan karena hal tersebut menjadi tantangan dan hambatan bagi ekonomi di Pulau Seribu Pura.

Akibat, pengembangan wisata di Bali masih terkonsentrasi di Bali Selatan menimbulkan masalah kemacetan dan sampah serta keterbatasan `carrying capacity` (kapasitas tampung) hotel. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi