Berbagai Elemen Masyarakat Dukung Penguatan Kudus Kota Santri

Sabtu, 20 Mei 2017 : 23.17
KUDUS - Para tokoh dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kudus Jawa Tengah, mendukung upaya penguatan citra Kabupaten Kudus sebagai Kota Santri. Dukungan mengemuka dalam diskusi publik diselenggarakan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus bekerja sama dengan STAIN Kudus dan PC. Fatayat NU Kudus.

Diskusi dihadiri KH. Hamdani (Ketua Majelis Ulama Indonesia/ MUI Kudus), H. Abdul Hadi (Ketua PCNU Kudus), H. A. Hilal Majdi (Ketua PD. Muhammadiyah), Akhwan Sukandar (DPRD Jateng), Sri Hartini (DPRD Jateng), Ilwani (DPRD Kudus), Ulwan Hakim (DPRD Kudus), Umar Ali (Pengusaha), dan Saekan Muchit (STAIN Kudus).

Penanggung jawab kegiatan, H. Kisbiyanto, mengatakan, Kudus merupakan kabupaten dengan beragam julukan yang melekat. Mulai dari sebutan Kota Wali karena keberadaan dua makam anggota Walisongo, yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria, hingga Kota Jenang.

"Kudus itu unik. Satu kabupaten yang menyandang banyak julukan. Selain dikenal sebagai Kota Wali dan Kota Jenang, juga dikenal dengan Kota Santri, Kudus Kretek, Kota Dagang, dan lainnya," katanya.

Hanya saja, dalam pertemuan dengan tokoh lintas sektoral itu, lebih menekankan Kudus sebagai Kota Santri. Menurut Kisbiyanto, Santri merujuk pada religiousitas dan berbasis pada nilai-nilai keagamaan.

Religiousitas dan nilai-nilai keagamaan ini, termasuk ciri menonjol hingga Kabupaten Kudus menyandang predikat Kota Santri. Kudus jadi jujugan para generasi muda untuk memperdalam agama, dengan banyaknya pesantren yang berdiri.

"Sehingga predikat Kudus Kota Santri menjadi penguat atas berbagai predikat lain yang melekat," imbuhnya. (des)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi