Asyik, Desa Jatiluwih Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

Selasa, 09 Mei 2017 : 21.04
Bupati Tabanan dan Perwakilan Pemkot Toyama saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTMH
TABANAN – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melakukan peletakan batu pertama sebagai
tanda dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (9/5/17)

Proyek PLTMH merupakan proyek hibah dari Pemerintah Kota Toyama, Jepang, dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang prosesnya telah dimulai sejak tiga tahun yang lalu.

"Saya ungkapkan rasa terima kasih yang tinggi. Setelah tiga tahun dalam suka dan duka bersama masyarakat, Pemerintah Kota Toyama, dan semua elemen yang terlibat dalam proyek ini sudah bisa merealisasikan impian kami. Mesin tenaga hidro ini bisa dipasang," ungkap Bupati Eka saat memberikan sambutan.

Menurut Bupati Eka, Desa Jatiluwih merupakan surganya Kabupaten Tabanan. Karena itu, upaya terbaik harus dilakukan untuk Jatiluwih dan Kabupaten Tabanan pada umumnya. "Sebab, masyarakat kita adalah petani. Kita perlu menaikkan derajat dan taraf hidup mereka," katanya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Eka juga berharap, hibah dari Pemerintah Kota Toyama, Jepang ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar Jatiluwih. Bila hal tersebut tercapai, dia berharap bisa diterapkan di daerah lainnya di Provinsi Bali.

Karena ramah lingkungan dan tidak memerlukan cost yang tinggi. "Apabila di Tabanan bisa berhasil, ingin kita berbagi dengan seluruh kabupaten/kota di Bali. Kalau sukses sendiri tidak ada artinya. Akan indah bila sukses dan berbagi bersama," katanya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah kota Toyama Mr. Koshin Takata menjelaskan, proses realisasi pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro ini sudah berlangsung sejak Februari 2014.

Berkat bantuan banyak pihak, mulai dari Pemkab Tabanan, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Pemprov Bali, hingga Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri, akhirnya proyek tersebut bisa direalisasikan.

"Saya berharap, kerja sama seperti ini masih bisa dilakukan ke depannya," kata Koshin Takata. Ditambahkan, proyek ini terdiri dari pemasangan empat unit instalasi turbin air di Desa Jatiluwih yang oleh UNESCO ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.

Disebutkan, nantinya listrik yang dihasilkan akan dipakai untuk mengoperasikan 200 unit lampu penerang jalan yang dipasang sepanjang empat kilometer di kawasan Desa Jatiluwih. Sesuai jadwal yang ada, proyek ini diperkirakan tuntas pada November 2017 mendatang. (gus)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi