Website Telkomsel Diretas, Indonesia Butuh Badan Cyber Nasional

Jumat, 28 April 2017 : 17.24
ilustrasi/net
JAKARTA - Aksi peretas yang menyerang website resmi Telkomsel menyadarkan akan pentingnya sebuah Badan Cyber Nasional guna memastikan dan membantu keamanan cyber infrastruktur penting seperti Telkomsel yang termasuk dalam penyedia layanan komunikasi dan internet.

Diketahui pada, Jumat (28/4/17) pagi website Telkomsel masih belum bisa diakses. Terlihat pada halaman web Telkomsel tersebut, peretas mengungkapkan kekecewaannya akan tarif internet Telkomsel yang mahal.

Padahal jika dibandingkan tarif operator secara global di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), justru Telkomsel termasuk salah satu operator Asia yang memasang tarif paling rendah dengan investasi yang cukup signifikan, demi menunjang kebutuhan informasi & komunikasi masyarakat hingga ke pelosok Tanah Air.

Dalam keterangannya, pakar keamanan cyber yang juga Ketua lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) Pratama Persadha menjelaskan bahwa serangan pada web Telkomsel sejatinya bisa menyerang siapa saja.

Namun Telkomsel sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi besar di Tanah Air & satu-satunya operator terkemuka milik Indonesia memang menjadi objek peretasan yang sangat menarik, apalagi bagi oknum atau pihak tertentu yang kurang bertanggungjawab.

"Peretasan pada web Telkomsel tentu menjadi sinyal serius bagi kita semua terutama pemerintah. Kemampuan meretas ini semakin lama semakin canggih dan cepat meluas. Tentu dibutuhkan langkah ekstra agar perusahaan dan infrastruktur lain di Tanah Air aman dari upaya peretasan lainnya," jelas dia.

Umumnya deface atau mengubah tampilan pada objek peretasan ini hanya ingin menunjukkan eksistensi si peretas atau kelompoknya. Namun dalam kasus Telkomsel ini, peretas memilih tidak menyebutkan identitas mereka dan hanya memberikan semacam peringatan bagi Telkomsel untuk menurunkan tarif internet.

"Aspirasi yang disampaikan dengan cara meretas bisa saja akan banyak dilakukan dengan kejadian ini. Jadi motifnya tidak selalu ekonomi dan eksistensi," jelas Pratama.

Jika dilihat apa yang dilakukan hacker bahkan sampai sempat membuat self-signed certificate, terindikasi bahwa hacker kemungkinan besar tidak hanya berhasil melakukan defacing terhadap web Telkomsel, tetapi juga sudah mengambil alih server yang digunakan oleh web Telkomsel.

Hal ini terlihat juga dari respon pengelola web yang kurang cepat bertindak, masih dalam hitungan jam.

Perusahaan sebesar Telkomsel seharusnya mampu merespon hal ini secara lebih cepat, minimal mengganti tampilan yang berhasil di-deface. Hal ini menunjukkan hacker benar-benar sudah masuk ke dalam sistem server. Secara lebih detail, bagaimana hacker masuk ke dalam sistem akan dapat terlihat setelah proses forensik.

Ia menjelaskan ini bisa menjadi pelajaran bagi perusahaan besar dan instansi pemerintah bahwa sebenarnya web di masa kini menjadi semacam kantor online yang sangat penting. Jadi harus dipastikan dijaga, sering dicek apakah ada log file yang mencurigakan.

Metode yang paling banyak digunakan adalah kombinasi injection, brute force login password, sensitive information disclosure (root directory, php.info). Bahkan tidak tertutup kemungkinan ada keterlibatan pihak Telkomsel sendiri.

Peristiwa semacam ini yang membuat Badan Cyber Nasional harus segera dibentuk oleh pemerintah. BCN ini bertugas memastikan dan membantu keamanan cyber infrastruktur penting dan Telkomsel ini masuk dalam penyedia layanan komunikasi dan internet.

"Kalau sudah ada kejadian seperti ini jadi kita bingung siapa yang akan bertanggungjawab dan menyelesaikan," terang mantan pejabat Lembaga Sandi Negara ini.

Akan sangat sulit apabila perusahaan dan instansi pemerintah dibiarkan sendiri mengurusi dan membuat standar keamanan seperti apa yang harus dibuat untuk memperkuat sistem mereka.

Di negara-negara lain, lembaga semacam BCN ini memastikan infrastruktur kritis berjalan aman dan ini juga jadi pertimbangan ekonomi para investor. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi