Semangati Kerwirausahaan Kaum Muda, #KSPGoestoSchool Hadir di Bali

Sabtu, 22 April 2017 : 20.31
DENPASAR - Kantor Staf Presiden bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan PT. Telkom Indonesia  menggelar rangkaian serial #KSPGoestoSchool yang mempertemukan sosok pengusaha muda dengan anak-anak muda Indonesia di bangku sekolah.

Seri ke-3 #KSPGoestoSchool berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Sanur, Denpasar, Kamis (20/4/17), yang salah satu di antara empat program studinya secara khusus mempelajari dressmaking atau tata busana.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo untuk memacu pendidikan vokasi, sharing inspirasi kali ini menghadirkan Toton Januar Heri Nugroho, salah seorang perancang busana kenamaan Indonesia, dan Catherine Hindra Sutjahyo, pendiri toko belanja fashion online Zalora Indonesia dan CEO Alfacart.com.

Gelaran #KSPGoestoSchool kali ini merupakan yang ketiga pada tahun 2017 dan Bali menjadi provinsi ketiga yang disinggahi program dengan spirit menyemai semangat kewirausahaan di kalangan anak muda.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Kantor Staf Presiden menghadirkan Arif Rachmat, pengusaha agribisnis yang disambut antusias sekitar 300 siswa SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta. Berlanjut pada Maret, pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya, menyapa 600 mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

"Kami datang ke SMKN 3 Denpasar Bali juga untuk melanjutkan amanat Presiden Jokowi, yang sangat concern pada pendidikan vokasi dan mendukung perkembangan industri kreatif khususnya fashion Indonesia," kata Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis, Denni Puspa Purbasari.

Pembicara pertama, Toton Januar, pemilik merk Toton, adalah satu dari lima perancang busana Indonesia yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Fenwick Department Store di Mayfair London sewaktu Presiden melakukan kunjungan kerja di Inggris.

Pria yang lahir dan besar di Makassar ini adalah pemenang Woolmark Prize Asia 2016/2017 dan mewakili Asia dalam kompetisi serupa di tingkat dunia. Sebagai informasi saja, Ives Saint Laurent dan Karl Lagerfeld adalah beberapa nama beken yang pernah menjadi pemenang Woolmark Prize dunia.

"Saya ingin perempuan merasakan mereka memakai sesuatu yang memiliki cerita, sehingga mereka dapat membawa dan membuat cerita ini menjadi bagian dari mereka. Saya ingin menjadi bagian dari cerita mereka ini, bagian dari kehidupan mereka," kata Toton. 

Inspirasi Kreator dan Pemasar
Sebagai pembicara kedua, dihadirkan Catherine Sutjahyo. Perempuan kelahiran 35 tahun lalu ini sekarang menjabat sebagai CEO Alfacart.com, e-commerce dengan layanan Online-to-Offline (O2O) dengan jaringan terbesar di Indonesia.

Kelebihan O2O adalah fasilitas online to offline yang memungkinkan masyarakat berbelanja melalui online tapi bisa membayar, mengambil, mengembalikan secara offline, bahkan bisa membeli online di toko offline.

Sebelumnya pada tahun 2012, Catherine mendirikan online shop Zalora yang langsung mendapat tanggapan baik dari publik tanah air.

Bagaimana proses yang dijalani Toton hingga berani memiliki labelnya sendiri atau Chaterine yang bergulat memasarkan karya cipta anak negeri secara online? Ikuti paparan Toton dan Catherine di SMKN 3 Denpasar secara langsung maupun live streaming pada, Kamis (20/4/17) mulai pukul 9 pagi Waktu Indonesia Tengah. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi