Resmi Deklarasi, AMSI Perkuat Tumbuhnya Media Siber yang Sehat

Selasa, 18 April 2017 : 20.06
Diskusi dalam rangkaian Deklarasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta (foto:istimewa)
JAKARTA - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dideklarasikan di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat yang menelorkan lima poin penting diantaranya memperkuat tumbuhnya media siber yang sehat.

Ketua Presidium AMSI Wenseslaus Manggut (CCO Kapanlagi Network ) membacakan Deklarasi AMSI yang didampingi 24 pendiri AMSI, Selasa (18/4/17).

Hadir dalam pembacaan deklarasi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Brigjen Fadli Imran.

Kelima poin dalam deklarasi AMSI adalah, pertama memenuhi hak masyarakat untuk tahu, menegakkan nilai demokrasi, menjunjung terwuiudnya supremasi hukum, HAM, dan kebhinekaan.

Poin kedua, menjaga fungsi pers sebagai media infarmasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial serta sebagai lembaga ekonomi sebagaimana tercantum pada Pasal 2 Undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Yang ketiga, ASMI berkomitmen merawat kebebasan pers dengan bekeria secara profesional, menegakkan kode etik jurnalistik menempatkan prinsip jurnalistik sebagai landasan utama pemberitaan.

Kemudian, keempat, ASMI mendorong dan memperkuat pertumbuhan media siber yang sehat di seluruh Tanah Air. Yang kelima, mendirikan Asosiasi Media Siber lndonesia sebagai salah satu wadah untuk memperbaiki tata kelola media siber di lndonesia.

Dalam kesempatan itu, Rudiantara menyambut baik deklarasi AMSI. Wadah bagi media siber ini menurutnya akan makin membantu pemerintah dan publik dalam verifikasi konten media daring. Rudiantara mengakui, dengan adanya sekitar 47 ribu media daring di dunia maya.

Maka akan terbayangkan bagaimana susahnya mengeceknya satu per satu. "Kalau nanti terverifikasi kan bukan individunya ya, tapi perusahaannya. Ini baik bagi kita akan tahu siapa mereka (media daringnya)," ujar Rudiantara.

Proses verifikasi media daring ini akan memudahkan jika di kemudian hari terjadi masalah, misalnya dalam penanganan kasus pencemaran nama baik sesuai ketentuan Pasal 28 UU ITE. "Kalau terverifikasi, alamatnya mana (media daring) kan jelas kalau terkait UU ITE," tuturnya.

Keberadaan AMSI menurutnya akan meringankan tugas pemerintah dalam memerangi informasi palsu yang beredar luas di dunia maya.  Pria yang akrab disapa Chief RA ini berharap, AMSI bisa menjadi wadah bagi korporasi untuk menempatkan iklan pada anggota AMSI.

"Asosiasi ini diharapkan terus bekerja sama dengan Dewan Pers dan Kominfo dalam literasi publik," tandas Rudianto. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi