Persatuan dan Kerukunan Umat Bisa Dilihat dari Sholat Jamaahnya

Selasa, 25 April 2017 : 16.20
Ustadz I Wayan Nasrul Huda, S.Pd.I saat memberikan tausiahnya di Masjid Al Muhajirin, Perumnas BSI, Tabanan
TABANAN - Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1438 H, Rukun Warga Muslim (RWM) Perumnas Bukit Sanggulan Indah (BSI) Tabanan, Bali, menggelar Pengajian Akbar di Masjid Al Muhajirin, Perumnas BSI, Senin (24/4/17) malam.

Pengajian akbar yang dihadiri ratusan warga muslim dari Perumnas BSI dan wilayah lain di Tabanan tersebut, menghadirkan ustadz I Wayan Nasrul Huda  dari Denpasar untuk memberikan tausiahnya.  

Ustadz I Wayan Nasrul Huda yang dalam kesehariannya sebagai Pembina Majelis Dzikir Cahaya Qolbu At Taufiqiyah di Denpasar ini, dalam tausiahnya memaparkan tentang inti sari dari peristiwa Isra Miraj yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW.

"Meski dalam peristiwa Isra Miraj tersebut banyak pengalaman yang dirasakan dan diterima Nabi Muhammad, namun inti sarinya adalah perintah dari Allah untuk melaksanakan Sholat," tegasnya.

Terkait hal itu, ustadz asli Singaraja murid dari Habib Taufiq ini mengajak umat Islam yang hadir dalam pengajian tersebut untuk selalu menjalankan perintah Allah melaksanakan sholat wajib lima waktu.

"Syukur sholat lima waktu tersebut bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushola sehingga selain meningkatkan pahala juga untuk memakmurkan masjid," katanya.

Ustadz kelahiran Banjar Thoif Desa Tegallinggah di Singaraja ini juga memaparkan untuk mengetahui persatuan, kerukunan serta situasi dan kondisi masyarakat suatu kampung bisa dilihat dari banyak sedikitnya umat yang sholat berjamaah di masjid atau mushola.

"Kalau yang sholat berjamaah banyak, biasanya warga kampung tersebut memiliki persatuan dan kerukunan yang tinggi. Sayang sekali hal itu jarang terjadi karena banyak masjid dan mushola saat ini sepi dari jamaah sholat wajib," katanya berterus-terang. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi