Pelajar Meninggal di Fasum, Wali Kota Denpasar Dituntut Minta Maaf

Jumat, 21 April 2017 : 09.03
Wali Kota Denpasar Ida Bagus R D Mantra dan Wakil Wali Kota Ngurah IGN Jayanegara (dok.kabarnusa)
DENPASAR - Tim Advokasi Peduli Fasilitas Publik menuntut Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai D Mantra meminta maaf secara terbuka kepada publik menyusul insiden meninggalnya Rendi Rizaldi (13) siswa SMP akibat tersetrum saat minum air minum otomatis di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung.

Diketahui, korban yang duduk di kelas VIII SMP N 2 Denpasar beralamat di Jalan Letda Winda No. 4 Denpasar pada, kamis (15/4) sekitar pukul 16.50 wita akibat tersetrum saat minum air minum otomatis di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar.

Korban meninggal seusai main bola bersama teman-temannya. Koordinator Tim Advokasi Peduli Fasilitas Publik Dewa Putu Adnyana menilai kejadian itu akibat fasilitas publik yang tidah ramah, aman dan berkualitas berakibat pada hilangnya nyawa.

"Pertanggungjawaban fasilitas publik itu harus dilakukan oleh pemerintah Kota Denpasar selaku pihak yang berwenang," tegas Adnyana dalam siaran persnya, Jumat (21/4/17).

Yang disesalkan, sampai saat ini, tidak ada satupun pernyataan dari Pemerintah Kota untuk bertanggung jawab atas ini semua. Para pihak saling melempar tanggung jawab, bahkan ada upaya untuk mengalihkan isu pada kelalaian pengguna.

"Kami memandang hal ini sungguh tidak masuk akal, apabila kesalahan dilimpahkan kepada korban," tukasnya. Kasus ini bukan hanya mengancam anak tetapi juga mengancam orang dewasa, karena setiap orang mengakses fasilitas publik.

Kematian anak ini tergolong delik umum, sehingga Kepolisian harus memproses secara tuntas kasus ini sesuai dengan hukum positif yang berlaku. "Oleh sebab itu kami Tim Advokasi Peduli Fasilitas Publik menuntut Walikota Denpasar untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik," tandasnya lagi.

Selain itu, pihaknya  mnuntut Walikota Rai Mantra untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas umum yang tersedia. "Kami mnuntut Walikota Denpasar untuk menyediakan fasilitas umum yang aman dan berkualitas bagi publik," katanya menegaskan.

Pihaknya juga menunut Wali Kota Rai Mantra dan Dirut PDAM untuk memberikan informasi yang transparan terkait pengadaan barang Air Minum Otomatis kepada publik. Lebih dari itu, Wali Kota Denpasar harus memberikan sanksi tegas kepada para pejabat publik yang bertanggungjawab

Tuntutan lainya, agar Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya anak Rendi Rizaldi. Aparat Penegak Hukum didorong melakukan investigasi dugaan korupsi terkait pengadaan dan perawatan Air Minum Otomatis

Tidak hanya itu, pihaknya mendorong DPRD Kota Denpasar untuk melakukan pengawasan dalam penyelenggaraan fasilitas publik

"Kami menghimbau  public untuk berperan aktif dalam mengawasi berjalannya kasus Kematian anak Rendi Rizaldi dan kami siap melakukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggungjawab," demikian akhir pernyataan yang Tim Advokasi yang terdiri dari YLBHI LBH Bali, Bali Women Crisis Center dan Advokat Mahasiswa. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi