Menteri Puan Sebut Persiapan Asian Games 2018 Sudah" On the Track"

Kamis, 20 April 2017 : 05.41
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menpora Imam Nachrawi/setkab
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang sudah on the track.

Dikatakan, persiapan infrastruktur sebagaimana  dilaporkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah 61 persen. "Jadi insha Allah sampai hari ini kita lakukan percepatan-percepatan yang di bawah koordinasi oleh Wapres," kata Puan kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/4/17).

Presiden sudah meminta, kalau memang ini sudah dilakukan secara on the track mohon dicek di lapangan tentang progress-nya itu setiap bulan minimal, maksimal 2 bulan, harus segera dilaporkan. Soal anggaran, menurut Puan, tidak akan ada masalah pengalokasiannya.

Hanya yang diperlukan memang percepatan dari Satker yang ada di Inasgoc untuk bisa melakukan rincian kebutuhan dari pelaksanaan penyelenggaraan Asian Games di tahun ini dan tahun 2018. Kata Puan, sampai saat ini  dari laporan yang dilaporkan oleh Inasgoc, soal sponsorship masih on progress.

"Artinya, insya Allah ke depan kita sudah bisa mendata dan memetakan siapa saja kira-kira sponsor yang sudah siap untuk ikut bergotong royong melaksanakan penyelenggaraan Asian Games," terang Puan dilansir laman setkab.go.id.

Menurut Menko PMK, setelah keluar Perpres penyelenggaraan Asian Games ini, tentu saja detail berkaitan dengan material kit, apa saja yang dikatakan sebagai sponsor itu sehingga memang ini win-win, dalam artian kita tidak meminta uang namun kita meminta support atau gotong royong dari sponsor untuk menjadi sponsor.

"Tentu saja kedua pihak pun harus sama-sama diuntungkan berkaitan dengan sponsor itu, dan saya optimis insha Allah akan ada banyak yang bisa membantu dalam Asian Games ini," jelas Puan. Soal pertemuan OCA (Olimpyc Council of Asia) malam ini, menurut Menko PMK, akan dilakukan dengan Wapres karena Ketua OCA minta pertemuan ini terbatas, tertutup.

Dalam pertemuan itu, Indonesia akan mencoba bernegosasi berkaitan dengan pengurangan cabang olahraga (Cabor) yang tadinya 42 menjadi 36. Kemudian juga, kenapa kita mengurangi hal tersebut memang dasarnya adalah cost effective.

"Jadi efisiensi, cost effective karena memang di kontraknya itupun dinyatakan dalam pelaksanaan event olah raga internasional yang seperti Asian Games itu  yang dikedepankan adalah cost effective," papar Puan.

Karena itu, menurut Menko PMK Puan Maharani, Indonesia berharap nantinya bisa disetujui jadi 36 cabor, artinya akan ada 484 nomor pertandingan.

Setelah itu, akan dievaluasi lagi hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan, artinya venue-nya bisa segera kita tetapkan, apakah itu di DKI apakah itu di Jawa Barat, apakah itu di Palembang, apakah itu di Banten.

Soal promosi yang disebut Presiden Joko Widodo masih kurang, diakuinya, menjadi salah satu masalah yang diharapan bukan hanya melalui sosialisasi di kementerian dan lembaga, tapi nanti kalau memang sudah ada sponsorship diharapkan dengan pihak swasta pun bisa ikut mensosialisasikan dan menggaungkan Asian Games yang tinggal 487 hari atau 488 hari ini.

"Jadi gaung dan promosi ini memang harus dikedepankan. Kalau sekarang kita lihat di kantor kementerian / lembaga di lift-nya di atas gedungnya itu sudah mulai ada. Nanti ke depan insha Allah mulai di bus, di pesawat, di kereta api, kemudian di mobil-mobil semua kementerian/lembaga, ya paling tidak kita sudah bisa melihat logo dari Asian Games tahun 2018," demikian Puan. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi