Meningkatnya Kunjungan Wisatawan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali

Kamis, 13 April 2017 : 08.22
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana (foto:kabarnusa)
DENPASAR - Bank Indonesia mencatat meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke Pulau Bali belakangan ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Causa Iman Karana mengungkapkan, beberapa indikator penyebab pertumbuhan ekonomi di Pulau Seribu Pura.

Dikatakan, pertumbuhan ekonomi daerah setempat di antaranya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebagai dampak lanjutan kebijakan bebas visa dan banyaknya aktivitas "meeting, incentive, conference dan exhibition" (MICE) yang digelar di Bali.

Iaman menambahkan, peningkatan kinerja transportasi sejalan dengan meningkatnya penerbangan sewaan saat periode Imlek dan bertambahnya jumlah frekuensi kedatangan pesawat.

"Juga akselerasi realisasi fiskal khususnya yang menggunakan anggaran APBN juga turut berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya saat membuka Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Bali di Denpasar, Rabu (12/4/17).

Optimisme pelaku usaha juga tumbuh sejalan dengan penurunan suku bunga kredit perbankan sehingga mendorong peningkatan investasi usaha dan masuknya masa panen untuk produk tanaman.

Kendati begitum optimisme tersebut masih menghadapi beberapa potensi hambatan dan tantangan di antaranya perlambatan realisasi anggaran belanja APBD provinsi dan kabupaten/kota sebagai dampak perubahan struktur organisasi perangkat daerah.

Hasil survei konsumen BI juga menunjukkan peingkatan nilai rata-rata indeks keyakinan konsumen dari 98,03 pada triwulan IV 2016 menjadi 106,8 pada Januari 2017.

Selain konsumsi rumah tangga, kinerja konsumsi pemerintah pada triwulan pertama ini juga diperkirakan masih mengalami perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang diproyeksikan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Bali.

Perkiraan tersebut seiring dengan rencana pencarian Dana Alokasi Umum (DAU) untuk provinsi dan tiga kabupaten di Bali secara penuh sebesar Rp387,73 miliar pada Januari 2017 yang berpotensi mendorong akselerasi konsumsi pemerintah atau fisikal.

Dia memperkirakan peningkatan juga didorong upaya pemerintah Bali yang akan mengoptimalkan pendapat asli daerah dan retribusi berbagai objek pajak baru sepanjang 2017.

Optimalkan pendapatan asli daerah dan berbagai objek pajak seperti pengenaan retribusi untuk penggunaan lahan pemasangan papan reklame serta komitmen pemerintah pusat untuk pelelangan proyek lebih awal.

Pihaknya memperkirakan konsumsi rumah tangga masih berperan penting dalam mendongrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali pada triwulan pertama tahun 2017 seiring berlangsungnya hari raya keagamaan.

"Konsumsi rumah tangga pada triwulan pertama menunjukkan tendensi peningkatan seiring dengan adanya hari raya Imlek dan Nyepi," demiikian Iman. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi