Kajati Bali Siap Bantu Pengawalan dan Pengamanan Proyek Pembangunan Setrategis

Selasa, 18 April 2017 : 22.01
Sosialisasi TP4D di Denpasar 
DENPASAR - Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Dr Jaya Kusuma menegaskan pihaknya siap membantu pengawalan dan pengamanan kepada semua satuan kerja yang terlibat dalam pelaksana proyek pembangunan setrategis di Pulau Dewata.

KOmitmen itu disampaikan saat membuka Sosialisasi TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah) Kejaksaan Tinggi Bali pada Satker di Lingkungan Cipta Karya di Werdha Pura Sanur, Selasa (18/4/17).

Sebaliknya, Kusuma juga mengingatkan, pihaknya akan menjewer atau mengambil tindakan penegakan hukum jika para Satuan Kerja (Satker), dengan sengaja tidak mengindahkan arahan-arahan sesuai aturan dan ketentuan yang ada.

"Bagian Pidana Khusus (Pidsus) yang akan menjewer, akan mengingatkan adanya penegakan hukum ke depan jika sudah diarahkan dengan baik masih ada hal-hal yag dengan sengaja kemudian menguntungkan orang atau pihak lain," tegasnya.

Ditegaskan Kusuma, pihaknya siap mendampingi mulai sejak awal penyusunan proyek jika mereka tidak mengetahui mekansime sebuah kegiatan dan sistem yang ada. Karena itu, jika ada hal yang tidak pas, atau kurang paham masing-masing Satker agar menyampaikan secara terbuka sejak awal sehingga pengawalan dan pengamanan bisa dilakukan oleh pihak kejaksaan.

Menurutnya, pengawalan dan pengamanan itu menjadi sangat penting bahkan darurat, agar pelaksanaan pembangunan itu bisa berjalan dengan lancar sesuai yang direncanakan atau targetkan.

Pihaknya bagaimana bisa membantu menciptakan rasa aman dan nyaman para satker dalam menjalankan tugas atau melaksanakan pembangunan khususnya yang bersifat strategis. "Pelayanan yang kami berikan sesuatu lebih mudah, menciptakan kemudahan dan pengamanan dalam proses pembangunan," sambungnya.

Yang mengetahui kondisi di lapangan adalah para pekerja atau satker, sehingga dia meminta menyampaikan secara terbuka, jangan setengah-setengah terhadap berbagai hal menyangkut pelaksanaan proyek pembangunan itu.

Kejati Bali Jaya Kusuma siap bantu pengawalan dan pengamanan pembangunan di Bali
Jika ada persoalan, hendaknya dikaju bareng dan meyampaikan ke Tim TP4D sehingga bisa terjadi sinergi untuk mengkaji proses pembangunan.

"Satu hal yang saya pesankan, jangan tanggung tangung, setengah setengah atau menyembunyikan sesuatu dari kami, karena kedepan implikasinya tidak akan maksimal kami dalam melakukan pengamann dan pengawalan," tegas dia.

Diibaratkan seperti dokter yang tengah mendiagnosa penyakit, maka pasien harus menjelaskan secara terbuka riwayat penyakit yang dideritanya. Jika tidak paham, agar ditanyakan disampaikan sehingga pihak kejaksaan dengan bidang-bidang yang ada bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut.

"Semua masalah yang muncul dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di lapangan, harus dikomunikasikan secara terbuka dan gamblang,  sehingga penanganannya bisa tepat dan tuntas," tegas Kusuma.

Di pihak lain, Kusuma Kajati mengatakan, dalam sebuah rapat di Bogor mengemuka adanya  kegalauan para kepala daerah provinsi terkait rendahnya penyerapan anggaran, belum optimalnya pelaksanaan pembangunan serta kekhawatiran akan masalah hukum.

Kemudian dibentuklah TP4D di masing-masing provinsi. Dengan adanya tim ini diharapkan kegiatan pembangunan di daerah  akan bisa berjalan baik dan benar sesuai regulasi yang ada.

Sementara Kadis PU Bali Ir. I Nyoman Astawa Riadi mengatakan pihaknya merasa terbantu adanya pembinaan dan arahan dari Kajati sehingga kegiatan pembangunan infrastruktur bisa berjalan lancar sesuai ketentuan.

Sedangkan Ketua Panitia Ida Bagus Lanang Suardana  melaporkan sosialisasi diikuti unsur PU dan unsur yang terkait dengan kegiatan pembangunan infrastruktur Cipta Karya. Disampaikan, di bawah Satker PSPLP Bali tengah menggarap sejumlah proyek dengan nilai mencapai Rp 94 Miliar lebih. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi