Hijaukan Pesisir dan Sungai, Toyota Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Kamis, 20 April 2017 : 22.54
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Direktur PT TMMI Made Dana Tangkas tanam mangrove 
DENPASAR - Sebagai salah satu tanggungjawab sosial perusahaan PT Toyota PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) melakukan penanaman pohon mangrove sejak tahun 2013 di pesisir utara Pulau Jawa yang mengalami abrasi cukup parah.

Penanaman pohon mangrove di Pulau Jawa itu menjadi bagian dari upaya Toyota untuk membantu mencegah terjadinya kerusakan pesisir akibat terjangan abrasi. Penanaman mangrove, juga dilakukan masyarakat dan pihak lainnya seperti di Sulawesi, Sumatra, Kalimantan dan Bali.

"Penanaman mangrove di Bali menjadi agenda catatan yang melengkapi setelah tertanamnya 1 juta mangrove dan lain seperti jati, sengon akasia," jelas Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) Dr I Made Dana Tangkas di sela pertemuan Internasional Conference on Sustainable Mangrove Ecosystems di Denpasar Bali, Kamis (20/4/17).

Tangkas menyebutkan, penanaman mangrove di pantai utara Pulau Jawa dilakukan sepanjang 6 kilometer mulai Bekasi hingga Karawang. Pasalnya, kawasan pesisir di wilayah itu, kondisinya rusak parak akibat tergerus abrasi.

Selain menahan gempuran abrasi, penanaman mangrove juga diharapkan bisa mendayagunakan bukan sekedar menanam melainkan bisa memberikan efek sosial masyarakat setempat.

Bagaimana keberadaan mangrove itu bisa memberikan penndapatan masyarakat dengan menjadikanya sebagai kawasan wisata, dengan pembuatan rst area, ruang rapat dan seterusnya.

Tangkas mencontohkan, tanaman mangrove di Tahura Ngurah Rai terlihat cukup bagus dari jalan tol Bali Mandara sehingga hal itu juga menggambarkan besarnya kepedulian masyarakat Bali dan secara nasional agar perlu terus mengembangkan, menanam, merawat dan memeliharanya sehinggga bisa memberikan efek positif bagi masyarakat dan bangaa

Dalam penanaman mangrove di Bali dilakukan peserta konferensi kemarin, juga melibatkan beberapa sekolah dari Denpasar, Badung dan Gianyar. Pelibatan anak sekolah kaum muda itu, agar mereka memiliki semangat pedulu menjaga lingkungan yang harus ditanamnkan sejak bangku SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi.

Dengan mangrove, bisa menanam jiwa yang tumbuh berkembang, mendayagunakan, tidak hanya secara mental, spiritual namun untuk perjuangan Indonesia yang kokoh.

Hal sama disampaikan, Chief of Corporate Planning Office, Chief of Corporate Social Responsibility PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Dr Adjie Sapta juga memaparkan presentasi di konferensi yang dihadiri 25 negara yang peduli mangrove.

"Toyota ikut kegiatan ini, dengan harapan karena baru saja kita memulai langkah kecil sejak 2013 menamam mangrove hingga saat ini mencapai sekirar 1,3 juta pohon," jalasnya.

Dr Adjie Sapta
Ke depan, pihaknya akan terus melakukan penghijauan di kawasan yang pohonnya telah ditebang untuk ditaman kembali. Seperti dilihat parahnya pantai utara Pulau Jawa akibat abrasi.

Pihaknya berharap, langkah yang dirintis itu, bisa mendorong lebih banyak perusahaan lainnya yang terlibat. Kepersetaan Toyota tak lain agar apa yang dilakukam Toyota akan banyak didengar perusahaan lain sehingga bisa ikut serta mereka dalam menyelamatkan mangrove di muka bumi.

"Saat ini, konsern kami di Pulau Jawa, ke depan terus ke Bali, semoga bisa diikuti lebih banyak perusahaan," harap dia. Lewat program Toyota yang bisa dimanfaatkan seperti CRS itu, diharapkan, bisa menciptakan pilar bagi lingkungan, pendidikan, road safety dan commnity dovelopment serta philantropi.

Dengan program Toyota Mangrove, Toyota Forest, maka setiap satu poduksi satu unit kendaraan dilakukan pabrik Toyota di Kerawang, maka akan diikuti dengan penanaman satu pohon mangrove. Dalam pelaksanaanya, penanaman itu melibatkan seluruh outlet, Toyota Astra, Motor, Dealer untuk bersama sama melakukan kegiatan tersebut.

Sekarang sudah 1,3 juta pohon mangrove ditanam sejak 2013 terbentang di wilayah pesisir pantura Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pihaknya berharap penamaman pohon atau penghijauan itu bisa terus dilakukan sampai tahun 2019.

Nantinya, tidak hanya mangrove di pantai namun juga pohon lain seperi daerah aliran sungai (DAS) dengan tanaman bambu. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi