Hari Bumi, Restocking Abalon dan Teripang di Pantai Mengening Badung

Rabu, 19 April 2017 : 18.28
BADUNG - Memperingati Hari Bumi Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautandan Perikanan yang ada di Bali beserta Conservation Internasional Indonesia, menggelar rangkaian acara untuk memperingati Hari Bumi 2017 di Bali.

Acara digelar 19-22 April April 2017 di tiga lokasi berbeda. Rangkaian Peringatan Hari Bumi diawali dengan field session restocking 3000 bibit abalon dan 500 bibit teripang di Wantilan Pura Luhur Batu Ngaus, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Rabu (19/4/17).

Diketahui, Abalon dan teripang berasal dari budidaya BPIU2K Karangasem dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol.

Dengan koordinasi Conservation Internasional Indonesia, acara berlangsung sukses dihadiri Camat Mengwi, Kepala Desa Cemagi, UPT KKP se-Bali, perwakilan desa adat dan desa dinas, kelompok karangtaruna, PKK, sekaa teruna, pihak keamanandesa, kelompok nelayan Baruna 1,2,3, pemilik dan manager villa setempat.

Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra mengatakan Pantai Mengening merupakan habitat abalon dan teripang. Dia berharap, bisa menjadi ikon destinasi pariwisata dari Desa Cemagi. Kepala BPOL I Nyoman Radiarta, menyampaikan sebelumnya telah dilakukan survei awal karakteristik habitat abalon dan teripang di Pantai Mengening.

Pemaparan tentang abalon dan teripang kemudian dipaparkan oleh Ibnu Rusdi dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol. Abalon dan teripang dilepas oleh perwakilan kelompok nelayan di Pantai Mengening.

Ketua Kelompok Nelayan Baruna 3 Desa Cemagi I Ketut Alit Suyadnya berharap adanya pelepasan abalon dan teripang bisa meningkatkan pendapatan nelayan baik untuk dikonsumsi atau dijual.

Menurut Agus Sumber dana dari Conservation International (CI) Indonesia, desa harus menjadi garda depan dalam konservasi lingkungan. "Program konservasi dibangun untuk masyarakat dan harus bisa bermanfaat secara berkelanjutan," ujarnya.

Kegiatan restocking teripang dan abalon dilaksanakan guna mendukung perekonomian masyarakat lokal. Jenis bibit yang ditebar telah disesuaikan dengan kondisi dan habitat asli perairan tersebut, sehingga tidak akan merusak keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi