FBN Bali Ajak Ratusan Pelajar Turut Jaga Toleransi dan Kebhinekaan

Kamis, 27 April 2017 : 05.37
DENPASAR - Dinamika kebangsaan belakangan ini yang diwarnai dengan ancaman terhadap NKRI dan Keberagaman, karena perilaku intoleransi sekelompok masyarakat.

Karenanya, Ketua FBN DPW Bali Agustinus Nahak ,mengajak setiap warga negara termasuk pelajar wajib menjaga toleransi di tengah keberagaman, sebagai salah satu bentuk bela negara.

Forum Bela Negara (FBN) DPW Bali menggelar Sarasehan dengan ratusan siswa SMA dan SMP kabupaten Badung, di Park23 Mall, Kuta, Rabu (26/4/17).

Sarasehana digelar memperingati Hari Kartini, ini mengangkat tema, "Bangkitlah Kartini Modern dengan Peduli Budaya, Bangsa dan Tanpa Narkoba". FBN DPW Bali menggandeng  BNN Kabupaten Badung, Dinas Pendidikan Kabupaten Badung dan Pemkab Badung.

Ketua FBN DPW Bali Agustinus Nahak, mengatakan, setiap warga negara termasuk pelajar, dituntut untuk ikut membela negara. Ia menegaskan, setiap warga negara memiliki cara masing-masing untuk membela negara.

Sebagai pelajar, jelas Agus, bela negara bisa dilakukan dengan belajar yang rajin, aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler, dan menjuahi perilaku negatif.

"Bela Negara bisa dilakukan dengan menjauhi narkoba. Sebab, selain merugikan pelajar itu sendiri, bahaya narkoba juga merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pelajar yang pakai narkoba tidak bisa menjadi generasi masa depan yang baik untuk bangsa," tegas Agus.

Tapi kalau pakai narkoba, tidak bisa berpikir dan berbuat positif untuk merawat toleransi dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya. Bali sebagai daerah pariwisata rentan menjadi korban bahaya narkoba.

"Makanya sejak dini harus menjauhi narkoba," tegasnya. Kepala BNN Kabupaten Badung I Nengah Dharma mengatakan, anak muda sangat rentan menjadi sasaran target pengedar narkoba.

Pemakai narkoba di Badung, kata dia, didominasi anak muda. Karena itu ia meminta anak muda untuk jangan sesekali mencoba memakai narkoba.

"Anak muda itu awalnya mau mencoba. Akhirnya menjadi pemakai. Jangan coba]coba pakai narkoba. Kalau ada teman yang tawarin harus ditolak. Katakan tidak pada narkoba," ujarnya.

Ketua PKK Kabupaten Badung Muliani mengatakan peran keluarga sangat penting untuk menjauhi narkoba. "Anak muda bisa pakai narkoba karena kondisi keluarga yang tidak harmonis," ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga yang sejahtera bisa menjauhkan anggota keluarga dari narkoba dan perilaku negatif lainnya. Pihaknya, terus melakukan pemberdayaan keluarga agar bebas dari narkoba.

"Termasuk berperan aktif menciptakan Kartini Muda yang kreatif, sehat dan bebas dari narkoba dengan menggelar berbagai kegiatan positif untuk anak-anak," jelasnya.

Ketua KCKB Eva Lisha mengajak anak muda untuk berpegang teguh pada nilai-nilai budaya dalam aktivitas kesehariannya di tengah masyarakat. banyak perilaku menyimpang anak muda karena mereka tercerabut dari budaya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi