Dewan Pers: AMSI Jadi Wadah Verifikator Media Siber di Indonesia

Rabu, 19 April 2017 : 07.09
Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo bersama puluhan pimpinan media dalam deklarasi AMSI di Jakarta 
JAKARTA - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengharapkan lahirnya Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bisa menjadi wadah verifikator media berbasis online di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Yosep saat menghadiri Deklarasi ASMI di Gedung Dewan Pers Kebon Sirih Jakarta, Selasa (18/4/17). Selain itu, AMSI dinilai dapat menanggulangi permasalahan beredarnya berita bohong (hoax) yang belakangan marak terjadi.

"Saya berharap AMSI bisa menjadi wadah verifikator media siber di Indonesia," tandasnya. Kemudian, pihaknya menghimbau seluruh anggota AMSI segera mendaftar ke Dewan Pers. Silakan didata dulu, jiika media online sudah memenuhi syarat yang ada dapat menjadi konstituen Dewan Pers.

"Jika AMSI sesuai syarat ketentuan itu, maka semakin bertambah banyak dan semakin mudah melakukan kesepakatan diantara kita," sambung Yosep.

Dia melansir data, hingga hari ini media daring (online) sudah lebih dari 43.000 dari total 47.000 media yang beroperasional di Jakarta, sehingga Yosep berharap peran AMSI untuk membina dan memajukan anggotanya.

Berantas Hoax Selain deklatasi, AMSI juga menggelar talk show dengan mengusung tema 'Profesionalisme Media Siber di Tengah Belantara Hoax'.

Dalam talkshow dihadiri Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Brigjen Fadli Imran, Ketua Presidium AMSI dan CCO Kapanlagi Networks Wenseslaus Manggut, Public Policy Lead Twitter Indonesia Agung Yudha, dan dimoderatori Pemred Tirto.id A Sapto Anggoro, semua setuju bahwa Hoax harus diberantas.

Dalam diskusi, Stanley menyampaikan harapannya agar AMSI bisa segera berperan penting dan memberikan kontribusi untuk negara, khususnya dalam memerangi berita-berita bohong atau hoax.

"Kita tahu berita hoax mungkin enam bulan yang lalu marak, tapi ketika diperangi bersama oleh aparat, oleh profesional, oleh wartawan, jumlahnya makin berkurang," katanya. Hal itu juga diutarakan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Fadil Imran.

Menurunnya grafik hoax ini juga terjadi lantaran pihaknya telah menangkap orang-orang yang terbukti memposting berita hoax di media sosial. Agar berita hoax juga tak bertambah lagi, diperlukan edukasi kepada masyarakat. Pasalnya, budaya siber di Indonesia memang terbilang masih lemah.

"Makanya, kita perlu pengembangan-pengembangan lain udah memberikan edukasi kepada masyarakat soal hoax ini," jelas dia. Usai diskusi, perlawanan terhadap Hoax ditandai dengan pemecahan balon hoax oleh para pembicara yang hadir bersama dengan Dewan Presidium AMSI dan anggotanya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi