BI Soroti Belum Sinerginya Pengembangan Pariwisata di Bali

Jumat, 28 April 2017 : 09.02
Causa Iman Karana (dok.kabarnusa)
DENPASAR - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana menyoroti belum sinerginya pengembangan pariwisata antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

Iman menegaskan, BI memberi perhatianbeberapa tantangan dalam industri pariwisata Bali. Tantangan itu di antaranya belum adanya sinergi yang kuat antara pelaku usaha dengan pemangku kepentingan.

"Terutama terkait dengan konsep pengembangan pariwisata di Bali yang bersifat integrasi dan holistik," jelas Iman dalan seminar "Membangun Daya Saing Pariwisata Berbasis Potensi Lokal", di Denpasar di Kantor BI Bali, Kamis (27/4/17).

Untuk itu, BI Bali mengharapkan pertumbuhan industri pariwisata di daerah ini inklusif salah satunya dengan mendorong optimalisasi inovasi pengembangan desa wisata berbasis budaya. "Sangat tepat menjadikan desa wisata berbasis budaya sebagai inovasi pengembangan pariwisata di Bali, mengingat budaya merupakan daya tarik utama wisata Pulau Dewata," tuturnya,

Pengembangan desa wisata tidak terlepas dari desa adat setempat yang diharapkan mendukung dan berpartisipasi dalam upaya memajukan desa wisata yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pengembangan desa wisata itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif karena melibatkan peran serta masyarakat dan berkesinambungan. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan hingga 2018 dapat mengembangkan setidaknya 100 desa wisata.

Sejak tahun 2013 hingga 2015 sudah 42 desa yang difasilitasi untuk menjadi desa wisata. Pada tahun 2016, Pemerintah Provinsi Bali mengembangkan 11 desa wisata yang tersebar di delapan kabupaten sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Desa wisata dimaksud Desa Pemuteran (Buleleng), Desa Batuagung (Jembrana), Desa Tua dan Sudimara (Tabanan), Desa Pangsan (Badung), Desa Singapadu Tengah (Gianyar), Desa Bakas (Klungkung), Desa Trunyan dan Suter (Bangli) serta Desa Antiga dan Muntigunung (Karangasem).

Selain keunggulan wisata alam, desa tersebut memiliki keunggulan wisata budaya, wisata agro, dan ekowisata. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi