Bali Diharapkan Jadi Pusat Pelabuhan Kapal Pesiar Dunia

Kamis, 13 April 2017 : 20.45
Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan berikan keterangan pers di Pelabuhan Benoa Denpasar 
DENPASAR - Dengan potensi keunikan dan keindahan alam yang dimiliki sehingga Bali digadang-gadang bakal menjadi pusat pelabuhan dari kapal pesiar dunia di masa mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan bahkan telah mencanangkan ke depan, Bali akan menjadi pusat pelabuhan dari kapal pesiar dunia.

"Keunikan dan keindahan alam Bali merupakan daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali," tutur Ruhut kepada wartawan usai menghadiri Workshop Kebijakan dan Strategi Wisata Cruise yang diselenggarakan di atas Kapal Pasific Eden di Pelabuhan Benoa, Kamis (13/4/17).

Apalagi saat ini, bepergian dengan kapal pesiar tengah menjadi tren dan berkembang cukup pesat, sehingga sudah saatnya Bali berbenah. "Saatnya Bali berbenah untuk bisa menjadi pusatnya pelabuhan bagi kapal pesiar dunia," sambung Luhut.

Hanya saja, Ia menambahkan, upaya menjadikan Bali sebagai pusat pelabuhan kapal pesiar masih menyisakan beberapa permasalahan yang harus segera diselesaikan. Permasalahan itu misalkan, mahalnya biaya berlabuh di Pelabuhan Benoa, mahalnya harga bahan bakar, pasokan atau ketersediaan air bersih hingga permasalahan sampah.

Masalah sampah sudah menjadi masalah serius mengingat sampah tidak hanya merusak lingkungan namun sudah mengancam kesehatan. Karenanya, Luhut mengajak semua pihak bekerja bersama-sama, bahu-membahu dalam menghadapi permasalahan tersebut.

"Di tahun mendatang Bali telah dipercaya dunia sebagai tempat penyelenggaraan International Monetary Found - World dan World Bank Annual Meeting 2018," imbuhnya. Untuk itu, Luhut menegaskan sudah saatnya menyatukan barisan, bahu-membahu, bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan semua permasalahan.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota serta semua pihak bersinergi menjadikan Bali sebagai pusatnya pelabuhan kapal pesiar, sehingga akan memberi nilai lebih bagi pariwisata Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi