Adhyaksa Harapkan Gerakan Pramuka Terus Berperan dalam Kepanduan Dunia

Minggu, 23 April 2017 : 00.39
Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault (tengah) beri keterangan pers
DENPASAR - Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault mengharapkan Gerakan Pramuka bisa terus mengambil peran penting dalam kegiatan kepanduan dunia. Pramuka ini kegiatan internasional tidak hanya ada di Indonesia. Jadi ini bagian dari diplomasi pendidikan kita ke dunia internasional.

"Apalagi kita dianggap memiliki anggota terbesar di dunia," ujarnya dalam jumpa pers sehubungan pertemuan Pimpinan Pramuka se-Asia Pasifik ke-9 atau 9th Asia-Pacific Regional Scout Leaders Summit 2017 yang berlangsung di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Sabtu (22/4/17).

Dikatakan Adhyaksa, Pramuka Indonesia saat ini sangat diperhitungkan di dunia, karena merupakan satu-satunya organisasi pramuka dari 162 NSO anggota WOSM (World Organization of Scout Movement/Organisasi Gerakan Pramuka Dunia).

Diketahui, WOSM memiliki anggota terbesar di dunia yaitu 17.200.595 anggota (data Munas 2013), atau 21.842.404 anggota (data WOSM 2017).

Pada pertemuan di Bali, diikuti 152 delegasi dan tamu dari 30 negara itu akan berlangsung mulai 22 April sampai 25 April. Para peserta juga akan mengunjungi Bumi Perkemahan Margarana, Jatiluwih dan Tanah Lot.

Dijelaskan Adhyaksa, pertemuan ini secara khusus dihadiri 25 pimpinan pramuka se-Asia Pasifik dari 25 NSO (National Scout Organization) setara Chief Commissioner (Ketua Kwarnas), International Commissioner (Waka Hubungan Luar Negeri) dan Chief Executive (Sekretaris Jendral).

Adapun negara-negara yang hadir adalah Australia, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Fiji, Hongkong, India, Indonesia, Japan, Kamboja, Kiribati, Korea Selatan, Malaysia, Maldives, Mongolia, Maldive, Mongolia, Myanmar, Nepal, New Zealand, Pakistan, Papua Nugini, Singapura, Sri Langka, Taiwan, Thailand, serta tamu-tamu Pramuka dari Polandia, Spanyol, Ghana, Mesir, Timor Leste, dan Macau.

Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault mengaku bangga dan senang dengan terlaksananya kegiatan APR Scout Leaders Summit 2017 di Bali ini. "Terpilih sebagai tuan rumah pertemuan pimpinan pramuka se-Asia Pasifik merupakan kehormatan sekaligus kebanggan bagi Gerakan Pramuka. Harus dilakukan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Brata T. Hardjosubroto, Andalan Nasional Bidang Hubungan Luar Negeri sekaligus ketua panitia pelaksana APR Scout Leaders Summit 2017, dalam diskusi yang terjadi, pada tahun 2023 Indonesia diharapkan dapat mencapai target 22,7 juta anggota dari total upaya pencapaian Visi WOSM 2023, yakni mencapai 100 juta anggota Pramuka seluruh dunia.

"Indonesia memiliki tingkat densitas (kepadatan) paling tinggi di dunia. Dari 109 juta anak muda di Indonesia usia pramuka, 21,8  juta di antaranya adalah anak pramuka. Rasionya 1:5. Artinya, satu dari lima anak muda Indonesia adalah anggota pramuka," jelasnya.

Sebagai perbandingan, menduduki posisi kedua setelah Indonesia adalah Hongkong dan Bhutan. Namun densitasnya terpaut jauh. Pramuka Hongkong hanya 97 ribu anggota dari 1,6 juta anak muda usia pramuka. Rasionya, 1:17.

Artinya, dari 17 anak muda di Hongkong, 1 di antaranya anggota pramuka. Adapun anggota yang kecil sekaligus densitas paling rendah adalah pramuka Papua Nugini.

"Jumlah anggota pramukanya hanya 4.900 anggota dari 3,6 juta anak muda usia pramuka. Rasionya 1:727. Artinya, dari 727 anak muda Papua Nugini hanya 1 orang yang tercatat sebagai anggota pramuka," sebut dia.

Ketua Komite Pramuka se-Asia Pasifik Paul Parkinson dan Regional Director JR. Pangilinan serta Ketua Kwarda Bali Ketut Wija hadir dalam konferensi pers seraya berharap anggota Gerakan Pramuka Indonesia pada tahun 2023 akan bertambah menjadi 1 juta sehingga menjadi 22,7 juta.

Menurut Paul ada sejumlah agenda dibahas diantaranya cara pengelolaan yang baik dan tata kelola yang berhasil, program kerja tiga tahunan dan masing-masing nantinya bisa mengembangkan pramuka di negaranya.

Fokus pertemuan ini adalah menyelesaikan tantangan dan hambatan serta menyepakati arah dan langkah Pramuka se-Asia Pasifik.

Acara ini dinilai semakin strategis karena digelar menjelang Konferensi Pramuka se Dunia ke-41 (41st World Scout Conference) di Baku, Azerbaijan, Agustus 2017, dan Konferensi Pramuka se Asia-Pasifik ke-27 (27th APR Scout Conference) di Filipina 2018. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi