Usai Cekcok di Rumah, Pemuda Akhiri Hidup di Pohon Coklat

Minggu, 11 Desember 2016 : 22.49
Lokasi pohon coklat tempat korban gantung diri 
JEMBRANA - Made Rian Wibawa (21) pemuda Desa Tuwed di Kabupaten Jembrana nekat menggantung dirinya di sebuah pohon coklat ketinggian 270 cm di kebun milik Sueta di Banjar Taman Tuwed Melaya, Minggu (11/12/2016) pagi.

Saksi Desak Ketut Suarsi (51) menemukan korban tergantung di pohon coklat menggunakan tali nilon warna biru bekas pengikat sapi. Informasinya, saksi hendak mencari batang pohon pisang untuk pakan babi. Saksi kaget melihat korban dalam keadaan gantung diri diatas dahan pohon coklat berjarak 200 meter dari rumahnya.

Warga berdatangan setelah saksi memberitahukan temuan itu. Orang tua korban dan sejumlah warga datang dan kejadian dilaporkan ke Polsek Melaya dan Polres Jembrana. Tim identifikasi Polres Jembrana datang dan melakukan olah TKP.

Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya pada leher korban terdapat bekas jeratan tali. "Belum diketahui motif korban gantung diri, masih dalam penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana.

Informasi lain menyebutkan, sebelum ditemukan gantung diri pada Sabtu (10/12) pukul 19.00 habis makan malam korban dimarahin oleh ayahnya karena saat korban habis makan tidak mencuci tangan dengan bersih dan pada tangannya masih ada bekas nasi dan korban langsung bermain HP.

Sempat cekcok, adu mulut bahkan orang tuanya sempat mengusir korban pergi dari rumahnya. Sekitar pukul 20.00 wita, korban keluar rumah bersama temannya bermain ke hutan mangrove di Banjar Taman Tuwed. Sekitar pukul 24.00 wita mereka membubarkan diri, menuju rumah masing-masing. Saat itu. salah satu teman mengantar korban menginap dirumah kakeknya.

Keterangan sang kakek, Kiang Kanti, pulang hari Minggu (11/12) pukul 05.00 wita kemudian sekitar pukul 07.00 wita korban ditemukan saksi dalam keadaan tergantung di pohon coklat. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi