Sosialisasikan Bahaya Narkoba, BNN Gandeng Peradah Bali

Selasa, 06 Desember 2016 : 00.19
DENPASAR - Dalam mensosialisasikan bahaya obat terlarang narkoba obat/bahan berbahaya (Narkoba) Badan Narkotika Nasional  (BNN) Provinsi Bali menggandeng organisasi Peradah Bali. Selama ini, petugas kelabakan untuk menanganinya sehingga Lembaga Negara ini mendorong agar partisifasi masyarakat luas untuk ikut berperan memberantas peredarannya di lapangan.

Kepala BNN Provinsi Bali Putu Gde Suwastawa disela menemui jajaran pengurus Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Perhimpinan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Bali, Senin (6/12) di Kantor BNN Provinsi Bali. Lebih jauh, kata dia Bali saat ini darurat peredaran Narkoba. Sebagai kawasan pariwsata, sudah barang tentu obat-obatan yang mematikan tersebut sangat rentan beredar di semua kalangan.

"Apalagi, harganya saat ini amat sangat terjangkau," sambungnya. Narkoba, nilai Suwastawa selama ini juga rentan menimpa kalangan pelajar khususnya generasi muda. Tak hanya di perkotaan tapi juga di desa-desapun tak kalah marak.

Upaya dan langkah refrentif selama ini dilakukan untuk mensosialisasikan dampak buruk dan bahaya juga diupayakan dengan menggandeng berbagai pihak atau lembaga seperti penggiat Anti narkoba atau LSM-LSM

BNN Provinsi Bali  dalam rangka mensosialisasikan dampak buruk Narkoba siap menggandeng Peradah Bali, sebagai basis pergerakan pemuda Hindu. Menurutnya, sosialisasi dengan menggandeng organ kepemudaan apalagi bernafas keagamaan dinilai efek tif menyasar komunitas di desa pakraman.

“Sasaran kita di tahun 2017 para pemuda di STT (sekehateruna-teruni) di desa pakraman. Mereka sangat rentan sekali mengkonsumsi Narkoba,” kata Suwastawa dihadapan rombongan Pengurus Peradah Bali yang dipimpin langsung oleh Ida Ayu Made Purnamningsih.

Lebih jauh, dengan menjalin kerjasama dengan Peradah. Nantinya bakal dilakukan pemetaan secara serius kawasan-kawasan strategis penyebaran Narkoba. KSUBAG kabupaten Badung, Jembrana, Buleleng dan Karangasem. Peradah dinilai sebagai organisasi yang sudah lama eksis di tengah keumatan, akan efektif menyasar pemuda-pemudi Hindu.

Sosialisasi, kata dia akan dikemas semenarik dan senyaman mungkin ala anak-anak muda saat ini. Disamping itu, nilai-nilai agama akan ditekankan pada saat sosialisasi dengan menghadirkan para akademis iatau praktisi Hindu untuk memberikan pemahaman keagamaan.

Ketua DPP Peradah Indonesia Bali Ida Ayu Made Purnamaningsih mengapresiasi kerjasama yang ditawarkan oleh BNN Bali dalam menyikapi fenomena peredaran narkoba saat ini yang merambah ke desa-desa.

Sebagai ganisas ipemuda yang bernafaskan Hindu, pihaknya mengakui memiliki tanggung jawab moral dalam membina da nmengedukasi generasi muda sehingga bisa mengantisi fasi hal-hal yang tidak diinginkan. Desa Pakraman, sebagai basis kramaadat Bali yang menaungi STT, kata Purnamaningsih kedepannya merupakan aset dangar dater depan.

“Mereka harus diproteksi dari berbagai ancaman dan penyakit sosial,” kata dara yang kini melanjutkan Studi di Pascasarjana IHDN Denpasar. Ia juga menegaskan, peran agama penting dilibatkan dalam menyikapi fenomnena sosial yang setiap harinya berkembang.

Selama ini, domain agama hanya berorintasi pada Tuhan dan tempat ibadah.Padahal, jauhd ariitu, agama memiliki peran strategis untuk mengkuatkan moral dan memantapkan srada umat sehingga menjauhi perilaku-perilaku menyimpang.“Ini tanggungjawab semua pihak,” tegasnya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi