Raih Penghargaan PUPR, Bupati Eka Termotivasi Berbuat Terbaik Bagi Masyarakat

Selasa, 13 Desember 2016 : 00.21
TABANAN -  Kabupaten Tabanan kembali memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelang penghujung tahun 2016. Bersama sepuluh daerah lainnya, Tabanan berada pada deretan penerima penghargaan PUPR 2016.

Penghargaan PUPR merupakan ketiga kalinya diterima Kabupaten Tabanan. Berdasarkan penilaian, Tabanan masuk dalam kategori kabupaten wilayah timur setelah sebelumnya harus bersaing dengan Kabupaten Buleleng, Bantaeng, dan Bone.

Penghargaan diserahkan dalam malam penganugerahan yang berlangsung pada Kamis (8/12/2016) di auditorium Kementerian PUPR. Tema malam penganugerahan PUPR 2016 adalah Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sehingga penilaiannya meliputi bidang Keterpaduan Infrastruktur, Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, Penyediaan Perumahan dan Pembinaan Jasa Konstruksi. Keberhasilan Tabanan meraih penghargaan PUPR 2016 disambut dengan rasa syukur oleh Bupati Eka.

Seperti yang disampaikannya saat tropi penghargaan diserahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tabanan I GN Anom Anthara dan Kepala Bappeda Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja. "Pertama, tentunya saya sangat bersyukur karena Tabanan dipercaya lagi untuk mendapatkan prestasi dan yang hebat adalah rakyatnya. Saya hanya jembatan penyambung lidah rakyat," ujar Bupati Eka.

Selain sebagai sebuah kebanggan, prestasi yang ketiga kalinya ini merupakan motivasi bagi jajaran Pemkab Tabanan untuk terus melakukan perbaikan pelayanan di bidang infrastruktur yang terintegrasi. Seperti Program Partisipatif yang mengambil gotong royong sebagai rohnya, Gerbang Indah Serasi, Bedah Warung, dan Gerbang Emas.

"Penghargaan ini harus dimaknai sebagai motivasi untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat," katanya. Eka menekankan soal dukungan program dari masyarakat. Menurutnya, apapun prestasi yang diraih Tabanan sebetulnya tidak lepas dari dukungan masyarakat.

"Sebaik apapun program yang diberikan, tanpa dukungan dari masyarakat, rasanya tidak akan jalan," imbuhnya. Dengan keterbatasan pendapatan asli daerah (PAD) dalam susunan anggaran, Tabanan belum bisa lepas dari salah satu persoalan utamanya, yakni bidang infrastruktur fisik.

Kata dia, kondisi ini memang tidak mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Tetapi dengan keterbatasan anggaran tersebut, kita tetap berjuang memberikan pelayanan ke pada masyarakat,” sambungnya.

Karena kondisi itu juga, sejumlah program digulirkan Pemkab Tabanan. Salah satunya Program Partisipatif dengan melibatkan masyarakat langsung sehingga saat ini setidaknya 400 kilometer jalan desa berhasil dibeton berkat gotong royong.

Sesuai filosofi yang diadopsi ajaran Ir Soekarno. Bahwa, dengan berkoalisi bersama rakyat masalah infrastruktur akan selesai secara bertahap. Program partisipatif sendiri merupakan kegiatan pembangunan jalan yang materialnya disiapkan pemerintah dan tenaganya disumbangkan oleh masyarakat.

"Di sini kita bisa buktikan bahwa dengan gotong royong, kerja sama pemerintah dan masyarakat, masalah yang kita hadapi bisa diatasi. Kita di pemerintah daerah menjembatani apa yang dicita-citakan masyarakat," tukasnya.

Program-program yang telah berjalan sebelumnya akan tetap berlanjut pada 2017. Begitu juga dengan pemeliharaan dan perbaikan jalan yang selama ini masih menjadi persoalan.

"Tentu dengan menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada. Di satu sisi, pembangunan bukan hanya di bidang infrastruktur fisik saja. Pembangunan juga harus menyeluruh. Kita juga punya tanggung jawab pada bidang lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Ini yang harus dipahami oleh kita bersama," tandasnya.

Masih serangkaian penganugerahan tersebut, Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang wilayahnya memperoleh penghargaan yang sama untuk kategori penghargaan khusus sempat memberikan motivasi bagi daerah lainnya dan berbagi kiat dalam merancang dan melaksanakan program pembangunan.

Terlebih, pembangunan memberikan dampak sangat besar bagi perubahan iklim. Walikota Risma juga memberi apresiasi kepada beberapa daerah, Tabanan salah satunya, yang telah membuat terobosan-terobosan dalam pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, walaupun dengan kepemimpinan kaum perempuan dan dihadapkan dengan keterbatasan anggaran, ternyata mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Risma berharap pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tabanan dapat terus ditingkatkan. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi