Presiden Jokowi Tutup Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Bali

Kamis, 08 Desember 2016 : 23.42
DENPASAR - Presiden Joko Widodo menutup kejuaraan dunia Pencak Silat Dunia Pencak Silat ke-17 yang berlangsung di GOR Lila Bhuana Denpasar, Bali pada 3-8 Desember 2016. Yang membanggakan dalam kejuaraan bergengsi itu, tim pencak silat Indonesia menjadi juara umum dengan mengolekasi total 12 medali emas.

Presiden Jokowi didampingi Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) Prabowo Subianto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika menutup Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-17 di Denpasar itu.

Jokowi menyatakan, pencak silat bukan hanya olah raga namun juga menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Dengan pencak silat, bisa memupuk persaudaraan dan menjadi jembatan antara berbagai macam perbedaan.

"Pencak silat telah menjadi jembatan hubungan antar negara," imbuhnya sembari mengapresiasi atas prestasi Indonesia bisa mempertahankan sebagai juara umum. Selain olah raga kata Jokowi, pencak silat mengajarkan nilai-nilai seperti sportivitas dan kepatuhan kepada keputusan.

Dalam kesempatan sama, Prabowo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada peserta dari berbagai negara yang telah hadir dalam kejuaraan pencak silat tersebut. Prabowo juga sempat mengucapkan bela sungkawa atas musibah gempa di Aceh.

"Kami keluarga besar pencak silat dunia mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah menimpa saudara-saudara kami dari Aceh," ucap  Prabowo. Sementara, pertandingan babak final kategori tanding, Kamis, tim Indonesia meraih tambahan enam medali emas, setelah menyabet enam medali emas pada kategori seni yang berlangsung Rabu (7/12).

Enam medali emas pada kategori tanding itu masing-masing diperoleh dari Galang Tri Widya, Hanifan Yudani Kusumah, Nirmalasari Oktaviani, Sarah Tria Monita, Selly Andriani, dan Mariati. Galang menyabet medali emas setelah menang 5-0 atas pesilat Laos Bo Thammavongsa pada kelas B putra.

Sedangkan Hanifan menang 5-0 atas atlet Azerbaijan Javarov Eckhan pada kelas C putra. Selanjutnya, Nirmalasari menang 5-0 atas pesilat Thailand Suda Lueangaphichatkun pada kelas B putri. Sarah yang turun pada kelas C putri menang 5-0 atas wakil Vietnam Hoang Thi Loan.

Pada kelas D putri, Selly menang 5-0 atas wakil Vietnam Nguyen Thi Cam Nhi. Terakhir atlet senior silat Indonesia Mariati menang 5-0 atas pesilat Thailand Suwichada Pruphetkaew. Untuk kategori seni, tim Indonesia menyapu bersih enam medali emas pada nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, regu putra, dan regu putri.

Tidak hanya medali emas, tuan rumah Indonesia mengolekasi empat medali perak dan empat medali perunggu dalam kejuaraan yang diikuti 40 negara itu. Empat medali perak Indonesia masing-masing dari Awaluddin Nur, Iqbal Chandra Pratama, Eka Yulianto, dan Firdhana Wahyu Putra.

Sedangkan lima medali perunggu diraih oleh Komang Harik Adi Putra, Ryan Sazali, Eko Febrianto, dan Pipiet Kamelia. Tim pencak silat Vietnam meraih lima medali emas, Malaysia tiga medali emas, Singapura dua medali emas, Thailand satu medali emas, dan Belgia meraih satu medali emas. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi