Minikono Gelar Workshop Film Pendek di Bali

Kamis, 08 Desember 2016 : 08.55
ilustrasi
DENPASAR - Terinspirasi dari kompetisi film pendek FSAI-Festival Sinema Australia Indonesia yang diadakan oleh Kedutaan Besar Australia (diluncurkan Oktober 2016 lalu dan akan ditutup pendaftarannya pada tanggal 13 Desember 2016 mendatang), maka Konsulat Jenderal Australia di Bali mendukung sebuah workshop film pendek MINIKINO.

Program workshop berdurasi 30 jam tersebut merupakan pelatihan membuat film pendek dengan pengambilan gambar ‘one-take’ yang diadakan di Campuhan College (Ubud-Bali). Kegiatan diikuti para siswa-siswi dan guru institusi tersebut.

Workshop diadakan hari Jumat 2 Desember 2016 dimulai pukul 9 pagi dan berakhir Sabtu 3 Desember 2016. Empat buah film pendek berhasil diproduksi dalam workshop ini dan akan dimasukkan ke seleksi kompetisi film pendek FSAI.

Edo Wulia dan I Made Suarbawa (MINIKINO) selaku tutor dari workshop ini menjelaskan bahwa program pelatihan ini memiliki beberapa tujuan praktis dan pencapaian artistik, di antaranya pendidikan praktis kepemimpinan dan kemampuan bekerja dalam kelompok.

Juga mngembangkan kemampuan dan minat bercerita di antara generasi muda, memberikan pengalaman pada generasi muda untuk menggunakan dan mengembangkan film sebagai alat komunikasi dan mengekspresikan ide mereka

"Mengenalkan bahasa film dan konsep dasar penyuntingan film sebagai bagian penting dari keseluruhan proses pembuatan film," jelasnya belum lama ini.

Sejumlah dua puluh empat siswa (usia 18-21) dan empat guru Campuhan College mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan dan mengembangkan ide cerita mereka serta lebih lanjut terlibat dalam produksi film pendek ‘one-take’ dalam workshop One-Take Film Workshop yang berlangsung selama 30 jam (2 hari).

Dalam satu pengambilan gambar tanpa penyuntingan gambar, para peserta workshop dilatih untuk secara langsung terlibat dalam seluruh struktur proses pembuatan film pendek.

Mulai dari ide cerita, pengembangan ide dan cerita, penulisan serta perencanaan produksi dan pengambilan gambar-audio dari film pendek. Seluruh pengalaman ini merupakan pengalaman pertama mereka membuat film pendek ‘one-take’.

Workshop ini membangun sebuah pengalaman dan proses belajar yang unik mengenai penyuntingan film justru dengan tantangan bahwa mereka tidak menggunakan penyuntingan sama sekali dan lebih jauh lagi juga member pemahaman struktur bercerita.

Dr.Helena Studdert (Konsul Jenderal Australia di Bali) membuka workshop dengan memberikan wawasan mengenai potensi kekuatan industri film di Australia dan dampaknya yang besar terhadap perekonomian. Dr.Helena Studdert berharap akan muncul para pembuat film muda dengan adanya workshop serta kompetisi film ini.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi oleh Tutor dan Fasilitator dari MINIKINO, simulasi pengambilan gambar & audio ‘one-take’, tahap pengembangan ide cerita, sampai berbagai tahapan lain menuju produksi.

Dalam 30 jam, workshop ditutup dengan pemutaran seluruh film pendek yang diproduksi dalam workshop, yang diikuti dengan diskusi, evaluasi dan jejak pendapat seusai pemutaran, sebagai bagian penting untuk membangun pola pemikiran kritis seluruh peserta. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi