Menteri Pariwisata Resmikan Secret Garden Village, Icon Pariwista Baru di Bali

Sabtu, 10 Desember 2016 : 11.09
Mernpar RI Arifin Yahya tandatangani prasasti persemian Secret Garden Village
TABANAN - Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia Arifin Yahya didampingi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Ketua DPRD Bali  Nyoman Adi Wiryatama, tandatangani prasasti dan menggunting rangkaian bunga gemitir meresmikan pembukaan (grand opening) Secret Garden Village (SCV), lokus wisata baru di Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Jum'at (10/12/2016)

Menpar Arifin Yahya dalam sambutannya sebelum peresmian menyatakan dukungan dan menyambut baik adanya pariwisata edukasi dan usaha ekonomi kreatif yang ditawarkan SGD. Hal ini merupakan pilihan yang tepat dan prospektif.

"Pariwisata yang mengusung dan menawarkan perpaduan edukasi dan usaha ekonomi kreatif masih langka di Indonesia juga di Bali. Oleh karena itu saya menyambut baik adanya SGV ini semoga bisa ke depan bisa menjadi icon pariwisata baru di Bali, khususnya di Tabanan," paparnya.

Menurut Arifin Yahya, Bali sebagai distinasi utama wisata dan up country ditargetkan bisa dikunjungi 4,5 juta wisatawan manca negara. Kami optimis target tersebut bisa tercapai. Bupati Eka Wiryastuti usai peresmian juga menyatakan dukungan dengan adanya SGV sebagai obyek wisata baru di Kabupaten Tabanan ini.

Bupati berharap, SGV yang karyawannya sebagian besar warga sekitar ini bisa menjadi icon pariwisata baru di Tabanan seperti Danau Beratan dan Tanah Lot yang sudah terkenal sebelumnya. Bupati Tabanan juga menyatakan apresiasinya terhadap aneka produk herbal untuk kecantikan dan perawatan tubuh serta aneka jenis kopi yang ditawarkan obyek wisata SCV ini.

"Produk yang ditawarkan merupakan hal baru yang belum pernah ada di obyek pariwisata lainnya. Ini yang pertama di Bali, bahkan di Indonesia," katanya. Sebelumnya, CEO yang juga Ouwner SCV Billy Hartono Salim dalam sambutan selamat datangnya melaporkan, SCV merupakan obyek wisata yang menonjolkan kekayaan alam dan warisan budaya Indonesia.

"Di SCV menyuguhkan dua jenis tour edukasi yaitu edukasi pembuatan kosmetik berbahan herbal alami dan tour cara pembuatan dan menikmati aneka jenis kopi. Di sini ada semua jenis kopi dari daerah di Indonesia. Mulai kopi Aceh sampai Papua," jelasnya.

Billy juga memaparkan, SGV yang mengusung tag line "The Fisrt Educational Tour For Beauty, Coffe dan Resto" ini memiliki empat brand andalan. Masing-masing adalah Oemah Herborist, Black Eye Coffee and roastery, The Luwus Restaurant dan Rice View Restorant. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi