Kantongi Rekomendasi PHDI, Oknum Pungli Resahkan Kelompok Ternak di Jembrana

Selasa, 13 Desember 2016 : 22.24
JEMBRANA - Berbekal surat rekomendasi PHDI Kabupaten Jembrana yang dikelurkan pada 27 September 2016 ulah oknum yang melakukan pemerasan mulai meresahkan masyarakat dan kelompok ternak di Kabupaten Jembrana. Karenanya, sejumlah anggota dan pengurus kelompok ternak Simantri mendatangi Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Jembrana, Senin (12/12/16).

Keresahan mereka dipicu ulah oknum yang diduga melakukan pungli dengan modus meminta punia perbaikan Pura Wahyu Darma Bhakti Desa Boma, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi dengan mendatangi kelompok-kelompok ternak Simantri penerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali.

Para pengurus simantri resah, kendati oknum itu menunjukan Rekomendasi PHDI Kabupaten Jembrana yang dikelurkan pada 27 September 2016, hanya saja, disebutkan nilai punia yang mengikat. Bahkan, tak jarang oknum tersebut terkesan memaksa/memeras seperti diungkapkan Wayan Madia (50) pengurus Simantri Mandara Diri, Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Mendoyo.

Madia mengaku didatangi oknum itu sampai tiga kali. Terakhir Minggu (11/12) pukul 16.00 Wita, oknum meminta punia dengan membawa surat dari PHDI Jembrana dan mengaku mendapat rekomendasi dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Jembrana.

Lantaran terkesan memaksa dan mengancam, ia pun mengaku menaruh curiga pada oknum tersebut dan tidak mau menyerahkan dana. Hal sama disampaikan Ketua Kelompok Simantri Nangun Sari Merta, Wayan Merta (51) asal Banjar Pangkung Languan Mekar, Desa Yeh Sumbul, Mendoyo juga mengaku pernah didatangi oknum Jumat (9/12).

Malahan, dia telah membayarkan punia sebesar Rp 300 ribu. Anenya, nama kelompoknya sudah tercatat dalam list donatur bahkan kwitansi yang diterimanya terkesan ganjil. Pelaku menunjunkan kwitansi yang tidak jelas dan sudah tertera nilai Rp 300 ribu dengan tandatangan penerima atasnama Suartana lengkap dengan stempel PHDI Desa Boma.

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (P2HP), drh I Gede Kastana mengatakan selain puluhan gapoktan yang disasar oleh oknum yang mengaku dari Kelurahan Baler Bale Agung, Negara itu, seluruh Subak di Jembrana juga telah membayarkan punia itu.

Tentu saja ulah oknum juga mencatut nama dinas membuatnya geram. Apalagi mencatutv pengurus subak dan gapoktan mau mepunia dengan alasan untuk pembangunan pura selain itu juga terkesan ada pemaksaan dan ancaman.

"Sebagai tim teknis kelompok ternak dan tani saya kecewa karena yang disasar adalah petani hingga kepelosok-pelosok desa dengan nilai punia yang dipatok," tukasnya. Usai berkoordinasi dengan pimpinan dan Ketua PHDI Jembrana, pihaknya langsung melaporkan kasus ini ke Polres Jembrana. Kasus ini kini juga masih dalam penyelidikan polisi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Pekebunan dan Peternakan Kabupaten Jembrana, I Ketut Wiratma dikonfirmasi membantah pihaknya mengeluarkan rekomendasi. "Kami tidak ada mengeluarkan rekomendasi apapun terlebih yang sudah mengarah pada aktifitas meminta uang kepada petani yang saat ini memang kondisi ekonominya terpuruk," imbuhnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi