Gede Pasek: Isu SARA Membuat Kita Mudah Membenci Orang

Selasa, 13 Desember 2016 : 08.35
DENPASAR - Anggota DPD RI I Gede Pasek Suardika menengarai bangsa ini menghadapi problem serius seperti terpaan isu SARA yang berhembus kencang yang begitu mudah menebar kebencian satu sama lainnya.

Tragisnya, selama ini, Pasek menangkap kesan, peran kaum muda, seolah dijauhkan untuk pembangunan Bangsa, termasuk dalam menyikapi berbagai isu-isu nasional mulai intoleransi, narkoba, korupsi, hingga kapitalisme.

Baca juga : Pakar: Ada Kelompok Ingin Ubah Haluan Ideologi Negara RI

Ia mendorong agar pemuda saat ini berkaca dari sejarah. Bahwa perjuangan untuk memerdekakan NKRI tak terlepas dari peran dan semangat para pemuda zaman dulu. "Mereka (pemuda, red) dominan melawan penjajah menggunakan otak, bukan otot," tegas Pasek di Aula PHDI Bali Jalan Ratna Denpasar, Senin (12/12/16).

Acara mengusung tema "Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Indonesia Bersatu, Beragam Warna, Berjuta Karya. Jangan lupa sejarah, sebelum menghadapi masa depan kita sebagai anak bangsa," kata pria yang akrab GPS tersebut.

Dikatakan, kondisi Indonesia di mata anak muda, begitu memprihatinkan, nyaris sedikit rasa optimis yang tersisa. "Lantas kalau begitu mau dibawa kemana Negara ini?," imbuhnya. Belakangan ini,  isu SARA aku dia sangat mengemuka.

Ia menyoroti ujaran kebencian dengan masif menyebar  yang mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika hal tersebut dibiarkan, rasa tenggang rasa, gotong royong  dan saling menghargai bakal pupus.

"Sumbu kita begitu pendek sehingga dengan mudah membenci orang. Kita sangat mudah curiga. Sementara leluhur kita dengan susah payah merawat agar NKRI seperti saat ini," tukas dia. Untuk itu, Pasek mengajak semua pihak, khususnya generasi muda agar mencontoh generasi sebelumnya yang memberikan keteladan dalam merawan kebhinekaan.

Ketua DPK Peradah Indonesia Badung Ida Bagus Angga Purana Pidada mengatakan seminar bertujuan memberikan pandangan kepada generasi muda, pentingnya merawat kebhinekaan di tengah berbagai isu tak sedap mengenai keberagaman di Indonesia.

Sebagai kaum terpelajar, ia mendorong pemuda bisa memilah informasi. Sehingga, tidak mentah-mentah menyebarkan informasi provokasi  yang hanya akan menjadi bumerang bagi persatuan dan kesatuan. "Jangan sampai kita berperang dengan saudara sendiri karena perbedaan," imbuhnya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi