Gandeng Ajik Cok, Peradah Buleleng Ajak Pemuda Jadi Wirausaha

Kamis, 08 Desember 2016 : 14.23
Seminar Wirausaha Peradah Buleleng @2016
SINGARAJA - Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Buleleng menggandeng praktisi pariwisata Gusti Ngurah Anom (Ajik Cok) melaksanakan seminar wirausaha melibatkan generasi muda.

"Kami ingin pemuda yang datang di acara ini dapat meniru langkah Ajik Cok, seorang pengusaha sukses dan membangun usaha dari bawah," kata Wakil Ketua Peradah yang juga ketua panitia pelaksana seminar, Kadek Duwika di Singaraja.

Praktisi Pariwisata Bali Gusti Ngurah Anom (Ajik Cok Krisna) mengajak kalangan pemuda di daerah itu ikut membangun daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Dewata.

Hal tersebut disampaikan Ajik Cok dihadapan 150pemuda Buleleng yang menghadiri seminar wirausaha di Krisna Wisata Kuliner. Ia mengatakan, pemuda harus berani mengubah cara pandang bahwa bekerja keras hendaknya harus dimulai sejak dini dan jadi pengusaha merupakan salah satu pilihan yang dapat diambil dalam mendukung perekonomian daerah.

Ajik Cok yang bergelar "Raja Oleh-Oleh Khas Bali" itu juga mengungkapkan pemuda harus keluar dari zona nyaman dan mampu bekerja keras sekecil apapun usaha yang ingin digeluti. Pihaknya pun menceritakan panjang lebar mengenai bagaimana kerja kerasnya membangun jaringan perusahaan Krisna Oleh-Oleh seluruh Bali dengan aset ratusan miliar lebih.

"Saya pun awalnya seorang pengusaha yang memulai dari bawah. Saya beranjak dari seorang tukang cuci mobil kemudian akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja di bidang konveksi yang kemudian menjadi cikal bakan usaha saya hingga kini," paparnya.

Ia berpendapat, untuk menjadi sukses sebenarnya sangat mudah asalkan mau berusaha dan bekerja keras dan tidak berfikir panjang dalam melakukan tindakan. "Terlalu banyak berfikir juga tidak baik dan jangan terlalu banyak menerima saran. Intinya percaya pada kemampuan diri," kata dia.

Cok pun berbagi banyak mengenai bagaimana kerja kerasnya membangun Kabupaten Buleleng sebagai tanah kelahirannya. Sejak 2015 merintis usaha di Buleleng dimana saat ini memiliki empat perusahaan sektor pariwisata yang sangat diminati masyarakat.

"Banyak yang protes bahwa saya bangun usaha di Buleleng. Banyak yang bilang cari rugi karena geliat pariwisata tidak seperti di Bali Selatan. Tapi, yang saya lakukan adalah bukan hanya mengejar uang semata. Lebih dari itu saya ingin membangun daerah saya sehingga dapat sejajar dengan kabupaten lain di selatan Pulau Bali," paparnya.

Sementara itu Ketua DPK Peradah Buleleng Bagus Andi Purnomo mengatakan "Peradah komit untuk mendorong generasi muda di Buleleng menjadi wirausaha. Menurutnya, peluang dan potensi kabupaten yang berada di Utara Bali ini memiliki potensi besar. Asalkan mau berusaha," tambah mahasiswa Pascarsarjana IHDN tersebut.

Pemuda tak lagi berduyun-duyunke kota untuk mencari pekerjaan.“Kuncinya ad apada kreativitas dan inovasi. Di desa pun, kalau tahu celah dan peluang, bisa jadi pengusaha sukses,” pungkasnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi