Bupati Tabanan Trenyuh Sambangi Nenek Sebatang Kara

Selasa, 06 Desember 2016 : 17.54
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti  bantu usap ingus mbah Iyah gunakan tisu
TABANAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti tampak terharu dan merasa trenyuh saat menyambangi nenek Sarwiyah yang hidup sebatang kara menumpang di rumah orang lain di Banjar Gerokgak Gede, Desa Dauh Peken, Tabanan, Selasa (06/12/2016).

Meski tinggal banjar Gerokgak Gede, nenek Sarwiyah yang populer dengan nama panggilan mbah Iyah ini tercatat sebagai warga lingkungan Tunggal Sari. Bupati Eka terharu dan merasa trenyuh karena mbah Iyah yang sudah berumur 111 tahun ini tinggal di kamar terbuka dan kumuh di pojok teras rumah.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Eka lantas merayu mbah Iyah agar bersedia diboyong untuk tinggal di Panti Jompo milik yayasannya agar dapat hidup lebih layak dan mendapat perawatan yang lebih baik. "Ikut saya pindah rumah ya mbah," ajaknya.

Ajakan tulus Bupati Eka ternyata tidak bersambut karena mbah Iyah tetap ingin tinggal di rumah yang telah ditempatinya selama ini. "Saya ingin hidup dan mati di sini saja," jawaban Mbah Iyah yang membuat Bupati Eka dan rombongan lainnya merasa trenyuh.

Meski merasa trenyuh, Bupati Eka pada kesempatan tersebut juga menyatakan kekagumannya kepada mbah Iyah karena memiliki semangat hidup tinggi dan ingatan yang masih kuat. "Saya merasa amazing, karena nenek ini sudah berumur di atas seratus tahun namun ingatannya masih tajam," katanya.

Bupati Tabanan saat berpamitan dengan mbah Iyah
Menurut Bupati Eka, dirinya tidak rela melihat orang tua yang tinggal di kamar yang tidak layak, tidak sehat dan pengap. Apalagi saat ini mbah Iyah hidup sebatang kara, kondisinya lemah dan tidak bisa jalan. "Perlu perhatian khusus. Harapan Saya dengan sedikit memaksa dan dirayu mbah Iyah mau pindah dan tinggal di panti jompo yang telah disiapkan," paparnya.

Bupati Tabanan didampingi Camat Tabanan dan sejumlah Pimpinan SKPD saat akan pamit, memberikan bantuan sembako dan sejumlah uang kepada mbah Iyah. Uang dititipkan pada Camat Tabanan dan sebagian lagi kepada Madari dan istrinya, tetangga Mbah Iyah yang sehari-hari merawat mbah Iyah.

"Mbah, uangnya saya titipkan kepada bu Camat dan tetangganya untuk kebutuhan sehar-hari. nanti akan dibelikan bu camat baju dan keperluan lainnnya," kata Bupati Eka saat pamitan.

Kepala Lingkungan Tunggal Sari, Burlian menuturkan, mbah Iyah berdasarkan dokumen yang ada lahir tahun 1905. Saat ini hidup sebatang kara. Tiga anaknya sudah meninggal. Namun cucu dan cicitnya tidak diketahu keberadaannya dan sampai sekarang tidak pernah menyambanginya.

"Mbah Iyah pernah mendapatkan bantuan raskin atas nama anaknya, namun sejak sekitar setahun setelah anaknya meninggal sudah tidak ada lagi bantuan. Namun perhatian dan bantuan dalam bentuk lain ada dari perkumpulan di masjid, juga dari ibu-ibu PKK,” ujarnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi