BCA Berikan Pelatihan Layanan Prima Bagi Desa Wisata di Bali

Sabtu, 10 Desember 2016 : 18.33
Para peserta pelathan pengurus Desa Wisata Tinggan, Badung bersama instruktur dalam program Bakti BCA (foto:istimewa)
DENPASAR - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menginisiasi Pelatihan layanan prima bagi pengurus Desa Wisata Puncak Tinggan, Plaga diharapkan mampu berkontribusi membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal,

Lewat Program Bakti BCA, kembali mendukung keberlangsungan pariwisata yang berkualitas di Tanah Air. Kali ini, BCA mewujudkannya dengan menggelar pelatihan layanan prima bagi pengurus Desa Wisata Puncak Tinggan, Kecamatan Plaga, Kabupaten Badung, Bali.

Kegiatan pelatihan dipusatkan di Hotel Haris & Convention Centre, Bali dan dibuka secara resmi oleh General Manager Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati.

General Manager Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati mengungkapkan, Pelatihan layanan prima yang diinisiasi BCA bagi pengurus Desa Wisata Puncak Tinggan, Plaga diharapkan mampu berkontribusi membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal,

"Pelatihan ini memberikan varian baru dalam atraksi wisata dan akhirnya mampu memberikan manfaat ekonomi bagi pembangunan di tingkat desa dalam rangka mewujudkan kesejahterahaan masyarakat secara berkelanjutan," kata Inge di Denpasar Sabtu, (10/12/2016).

Dijelaskannya, pelatihan layanan prima ini diselenggarakan Sebagai bentuk partisipasi BCA dalam fungsi tanggung jawab sosialnya untuk turut serta mengembangkan bisnis di lingkungan komunitas maupun desa wisata yang dapat berkontribusi memakmurkan masyarakat daerah.

Selain itu, didasari pentingnya mengembangkan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan pengembangan industri pariwisata yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM).

Diketahui, Desa Wisata Puncak Tinggan, Plaga di Bali menawarkan kegiatan wisata alternatif berupa pembelajaran tentang alam, lingkungan hidup, pertanian, perkebunan, wirausaha, aneka seni tradisional serta budaya masyarakat desa dengan suasana khas pedesaan.

Dengan atraksi trekking ditengah-tengah kebun kopi serta ekowisata desanya, disamping itu juga didukung dengan keberadaan Air Terjun Nungnung serta pesona alamnya yang masih asri, Desa Wisata Puncak Tinggan Plaga memiliki potensi untuk berkembang, apalagi bila didukung dengan kualitas pelayanan yang unggul.

Melihat potensi pariwisata itu, BCA menggelar pelatihan layanan prima di Desa Wisata Puncak Tinggan Plaga dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan wisata alam, budaya dan pertanian yang berwawasan lingkungan sehingga dapat semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada para wisatawan baik domestik maupun mancanegara nantinya.

Selama selama 2 (dua) hari 10 hingga 11 Desember, pelatihan diisi pemateri dari BCA Learning Service dengan beberapa materi diantaranya pengenalan industri pariwisata secara umum, komponen pendukung kesuksesan pariwisata, kerjasama team, pelatihan komunikasi, dan tentunya sentuhan layanan prima kepada wisatawan.

Dharapkan, lewat pelatihan itu dapat menghasilkan tenaga terampil di bidang pemandu wisata, pemandu outbond, dan pengurus homestay serta meningkatkan kemampuan para pramuwisata tentang pasar wisata dan pengelolaan objek wisata, sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan keinginan para wisatawan.

Tak kalah pentingnya, pelatihan layanan prima yang difasilitasi BCA ini juga sejalan dengan visi khusus Pemerintah Kabupaten Badung yakni mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. "Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung selama ini sebagian besar berasal dari sektor pariwisata, khususnya retribusi Pajak Hotel dan Restoran (PHR)," sambungnya.

Setiap tahunnya PAD Pemda Badung mengalami kenaikan yakni tahun 2013 mencapai Rp 2 triliun dan tahun 2014 naik menjadi Rp2,47 triliun. Untuk itu, sektor pariwisata menjadi salah satu dari lima program prioritas Pemkab Badung yang tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung tahun 2016-2021.

Pemkab Badung juga menunjukkan komitmennya dalam upaya membangun pariwisata Bali yakni dengan menyisihkan retribusi Pajak Hotel dan Restauran (PHR) sekitar Rp350 miliar. PHR itu  untuk 6 (enam) kabupaten lainnya di Bali dalam upaya mendukung pembangunan pariwisata Bali yang berkualitas, ramah lingkungan serta senantiasa menjaga kelestarian budaya sebagai ikon pariwisata Bali.

Hal itu bukan kali pertama BCA memberikan pelatihan layanan prima kepada para pengurus desa wisata di sektor pariwisata daerah.

Sebelumnya, BCA telah ikut serta mengembangkan Desa Wisata Taman Sari di Banyuwangi, Desa Wisata Wayang Wukirsari di Yogyakarta dan Desa Wisata Batu Lonceng di Lembang, Desa Wisata Pentingsari di Yogyakarta,Wirawisata Goa Pindul di Yogyakarta, dan Kampung Batik Wiradesa di Pekalongan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Solusi Bisnis Unggul yang berada di bawah naungan program Bakti BCA. Pelatihan semacam ini merupakan tanggung jawab BCA sebagai salah satu institusi keuangan yang tumbuh dan berkembang seiring dengan pembangunan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan ekonomi tutup Inge.(rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi