Banyak Diprotes, Ruang Merokok di DPRD Bali Dibongkar

Rabu, 14 Desember 2016 : 22.26
DENPASAR - Ruang merokok (smoking area) di lobby gedung DPRD Bali akhirnya dibongkar setelah mendapat protes anggota wakil rakyat, Rabu (14/12). Ruang merokok terbuat kaca itu berukuran sekitar 4x4 meter, belum rampung dikerjakan.

Diketahui, ruang merokok termasuk fasilitas lain di DPRD Bali dirancang dan dikerjakan bagian Sekretariat Dewan. "Kami diminta membongkarnya," ujar seorang pekerja. Pembongkaran ruang merokok sebelumnya diputuskan dalam rapat pimpinan (Rapim) DPRD Bali, Selasa (13/12), yang dihadiri pinpinan Komisi dan pimpinan fraksi DPRD Bali.

"Ruang kaca yang dibangun untuk tempat merokok itu disepakati untuk dibongkar," kata Sekretaris Komisi II DPRD Bali Tjokorda Asmara Putra. Dalam Rapim dipersoalkan keberadaan dua ruang Sekretaris Pribadi (Sekpri) Pimpinan DPRD Bali yang baru selesai dibangun.

Pasalnya, bangunan Sekpri di lobby gedung DPRD Bali itu merusak arsitektur Bali dan estetika bangunan yang sudah ada. Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Bali memprotes pembangunan ruang merokok tersebut karena tak ada pemberitahuan dan koordinasi dengan pimpinan Dewan.

Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pemprov Bali sudah jelas mengatur larangan merokok di kantor instansi pemerintah termasuk Kantor DPRD Bali, sekolah, kawasan Rumah Sakit dan tempat bermain anak. Artinya, semua kawasan itu memang harus bebas dari asap rokok.

Disebutkan, salah besar kalau hal-hal yang melanggar Persa KTR  itu ditonjolkan dan dipertontonkan di depan publik. Keberadaan ruang merokok itu hanya memberi contoh dan mempertontonkan pelanggaran KTR di DPRD Bali. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi