Akhir Tahun, Inflasi Denpasar Capai 0,28 Persen

Kamis, 01 Desember 2016 : 23.27
ilustrasi
DENPASAR - Menjelang akhir tahun 2016 tepatnya pada bulan November Kota Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,28 persen sebagaimana catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali. "Inflasi kota Denpasar sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 122,26," jelas Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho  dalam keterangan resminya di Denpasar Kamis (1/12/2016).

Dikatakan, tingkat inflasi kumulatif Kota Denpasar pada bulan Januari hingga bulan November 2016 sebesar 2,24 persen. Angka inflasi tahun ke tahun pada bulan November 2016 terhadap bula November 2015 sebesar 3,21 persen.

Jika mengacu data, Inflasi, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,69 persen.

Sedangkan, kelompok bahan makanan sebesar 0,42 persen, kelompok kesehatan 0,33 persen, kelompok sandang sebesar 0,31 persen. Untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,16 persen, kelompok transport, komunikasi, dan keuangan sebesar 0,07 persen.

"Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen," sambungnya. Adapun komponen inti atau core pada November 2016 memberi andil inflasi sebesar 0,18 persen, komponen harga diatur pemerintah/administrative memberi sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen.

Sementara komponen bergejolak/volatile memberi sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen. Di pihak lain, Komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah,  bawang putih, mie, air kemasan, dan tarif pulsa ponsel.

"Komoditas yang mengalami penurunan harga selama bulan November 2016 antara lain jeruk, apel, sawi hijau, nangka muda, ikan kakap merah,minyak goreng, dan tarif angkutan udara,' Sambungnya. Berdasae laporan BPS, dari 82 kota tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 2,86 persen. Untuk inflasi terendah di Singkawang sebesar 0,05 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Bau-bau sebesar 1,54 persen dan terendah di Kendari sebesar sebesar 0,22 persen. Denpasar menempati urutan ke-61 dari 78 kota yang mengalami inflasi Jika diurutkan dari inflasi tertinggi. (rhm)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi