Varietas Ciherang Tingkatkan Produksi Padi di Bali

Rabu, 02 November 2016 : 23.15
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana 
GIANYAR - Berbeda dengan jenis bibit yang sebelumnya menggunakan varietas cigeulis, pada tanam tahap III Bank Indonesia Bali telah mencoba menggunakan bibit ciherang di sejumlah subak dengan hasil produksi lebih meningkat dibanding varietas lama.

Berdasarkan hasil pengamatan terakhir BI, 1 November 2016, hasil pengubinan pada sampel di petak 30 menghasilkan padi sebanyak 10,4 ton/Ha dengan jumlah anakan sebanyak 25, tinggi rata-rata 105 cm dan jumlah bulir sebanyak 165 di tiap malainya.

Panen padi tahap III diharapkan dapat mencapai hasil yang lebih dari sebelumnya sehingga dapat menjadi percontohan terhadap penggunaan teknologi yang baru.

"Teknologi baru dimaksud MA-11 dan SRI serta dapat menumbuhkan minat dan motivasi para generasi muda untuk kembali berkiprah di dunia pertanian," tandas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana pada panen padi di Subak PUlugan Kecamatan Tampaksiring Gianyar Selasa (2/11/2016).

Guna meningkatkan produktivitas pertanian kelompok tani Pulagan, BI melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) telah memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana.

Bantuan diantaranya tahun 2015 berupa Hand Sprayer sebanyak 37 unit, Hand Traktor sebanyak 2 unit, Motor Tiga Roda sebanyak 1 unit, Troli/Arko sebanyak 15 unit, Cangkul sebanyak 50 unit dan perlengkapan pertanian lainnya.

Selain itu pada tahun 2016 juga diberikan bantuan hibah kendaraan Kijang Krista sebanyak 1 unit untuk membantu kelompok dalam mengatasi permasalahan terkait distribusi dan transportasi pengiriman pupuk organik dan hasil panen.

Bantuan BMPD dan beberapa perbankan di Provinsi Bali juga turut meningkatkan kesejahteraan petani Kelompok Pulagan melalui pemberian bantuan sapi total sebanyak 13 ekor sapi yang telah menghasilkan pupuk kandang.

Selanjutnya, diolah menjadi pupuk superbokashi sehingga kelompok tidak perlu mengeluarkan biaya pembelian pupuk.

Informasi dari kelompok, saat ini sapi dimaksud telah beranak sebanyak 1 ekor.

"Kami optimis pengembangan klaster padi dalam rangka program ketahanan pangan di sini memberikan produktivitas yang lebih baik," katanya.

Produktivitas yang lebih baik dapat mendorong ketersediaan komoditas beras yang lebih baik yang pada akhirnya dapat menciptakan kestabilan harga. (rhm)


Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi