Puluhan Personel Intelijen dan Pomal Jajaran Lanal Denpasar Ikuti Tes Kesehatan Jiwa

Kamis, 03 November 2016 : 16.36
DENPASAR - Tes pemeriksaan kesehatan jiwa adalah untuk mengidentifikasikan kepribadian dan gejala psikopatologi (gangguan kesehatan jiwa) yang ada pada orang yang dites. Tes ini merupakan alat bantu dokter ahli psikiatri yang paling banyak digunakan, terutama di Indonesia.

Tes ini tidak sama dengan tes IQ ataupun tes bakat dan kemampuan yang biasa digunakan psikolog. Dengan begitu, apa yang dinilai dan keluaran hasilnya pun bukan seperti tes psikologi, tes yang dimaksud adalah tes MMPI yang merupakan singkatan dari Minnesota Multiphasic Personality Inventory.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Senin (31/10) Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka memerintah seluruh personel Intelijen dan Pomal serta personel yang terkait dengan pengawak persenjataan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan jiwa, dengan tim pemeriksa dari RSAL Dr. Ramelan Surabaya yang ketuai oleh Kolonel Laut (K) dr. I Ketut Tirka Nandaka, Sp.KJ (K), M.M., Kadep Saware Rumkital Dr. Ramelan Surabaya.

Sebelum pelaksanaan pemeriksaan atau tes kesehatan jiwa, terlebih dahulu dr. Tirka begitu sapaan beliau, memberikan pemahaman dan pengertian tentang Kesehatan Jiwa yang diikuti oleh seluruh personel Lanal Denpasar di gedung Serbaguna Mako Lanal Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali.

Tes Kesahatan Jiwa atau MMPI singkatan dari Minnesota Multiphasic Personality Inventor, adalah suatu tes kepribadian yang paling banyak digunakan di belahan dunia. Tes ini merupakan hasil kolaborasi dari seorang psikolog dan psikiater bernama Starke R Hathaway PhD dan Dr JC McKinley, yang keduanya berasal dari Universitas Minnesota.

Kegunaan tes ini secara umum adalah untuk mengidentifikasikan kepribadian dan gejala psikopatologi (gangguan kesehatan jiwa) yang ada pada orang yang dites. Tes ini merupakan alat bantu dokter ahli psikiatri yang paling banyak digunakan, terutama di Indonesia.

Tes ini tidak sama dengan tes IQ ataupun tes bakat dan kemampuan yang biasa digunakan psikolog. Dengan begitu,apa yang dinilai dan keluaran hasilnya pun bukan seperti tes psikologi, jelas dokter Tirka.

Tes MMPI seperti yang telah disebutkan di atas merupakan tes yang digunakan sebagai alat untuk menilai, atau lebih tepatnya memprediksikan kepribadian dan gejala psikopatologi yang mungkin terdapat pada seseorang.

Tes ini bukan untuk menentukan salah atau benarnya seseorang mengisi pertanyaan yang biasanya diwakili dengan jawaban setuju ataupun tidak setuju, melainkan lebih merupakan interpretasi peningkatan relatif nilai faktor-faktor di dalam skala terhadap berbagai populasi normal yang telah diteliti.

Menurut Kolonel GB. Oka Dan Lanal Denpasar, pelaksanaan tes kesehatan jiwa bagi personel Intelijen dan Pomal serta anggota yang penempatannya di Gudang Senjata ini tidak berpengaruh terhadap kepangkatan dan karier Prajurit, karena tidak dilakukan penilaian, tetapi hanya sekedar mengetahui mental dan kejiwaan Prajurit didalam kesiapan melaksanakan tugas yang dipercayakan.

Karena akhir-akhir ini diseluruh Instansi baik Militer maupun Kepolisian seringkali terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan senjata api yang berakibat sangat fatal baik bagi diri pribadi pemegang senjata api tersebut maupun secara kedinanasan.

Maka dari itu untuk seluruh pengawak dan pemegang senjata api yang berada di lingkungan Lanal Denpasar harus sehat secara lahir batin dan tidak ada gangguan jiwa ataupun gejala psikopatologi pada diri anggota tersebut, demikian tegas Danlanal Denpasar.

Menurut dr. Tirka dari ke 39 personel yang mengikuti tes kesehatan jiwa beliau menyatakan semuanya dinyatakan sehat dan masih layak untuk mendapatkan tugas-tugas yang akan dibebankan kepada personel tersebut. (rhm)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi