PMKRI Ingatkan Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Isu SARA

Rabu, 09 November 2016 : 07.05
DENPASAR -  Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Denpasar, Robertus Dicky Armando mengajak semua pihak agar jangan mudah terprovokasi isu SARA (suku, ras dan agama) karena itu akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Momentum peringatan Hari Pahlawan 1- November hendaknya seluruh warga untuk mengevaluasi diri sekaligus berbenah, menarik spirit patriotisme dan nasionalisme dari para pahlawan di tengah carut-marut bangsa yang rentan dengan isu SARA.

"Jangan mudah terprovokasi dengan isu SARA," tegas Dicky Selasa 8 November 2016

Perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan seluruh pahlawan negeri ini sudah semestinya menjadi pelecut semangat bagi generasi hari ini untuk terus melanjutkan konsistensi perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan.

Di pihak lain, menyambut Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November mendatang, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar berziarah ke Makam Pahlawan Nasional, I Gusti Ngurah Rai, di Taman Makam Pahlawan Margarana Bali.

Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, doa dan menabur bunga.

Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Denpasar, Yohabes Sandriano N. Hitang mengatakan, perayaan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa mereka.

Ia menegaskan peringatan Hari Pahlawan tersebut bukan sekedar seremonial.

"Melainkan momentum untuk menanamkan semangat patriotisme dan nasionalisme sebagaimana diwarisi oleh para pahlawan yang gugur memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," tegas Joe, sapaanya.

Menurut Joe, ziarah ke Makam Pahlawan itu sebagai sebuah pesan simbolik kepada publik untuk merespon dinamika kebangsaan belakangan ini.

PMKRI menangkap keresahan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, di mana kohesi sosial sebagai bangsa berada dalam ancaman.

Di beberapa daerah mencuat berbagai kasus bernuansa SARA yang mengancam keutuhan NKRI dan keberagaman Indonesia.

Untuk memutus rantai ancaman tersebut, kata Joe, PMKRI mengingatkan semua pihak tentang spirit perjuangan pahlawan yang telah berjuang meregang nyawa untuk kemerdekaan Indonesia.

Spirit kepahlawan itu hendaknya mengilhami rakyat Indonesia untuk mengisi kemerdekaan dengan semangat nasionalisme, dan melawan setiap upaya meretakkan solidaritas kebangsaan.

Sudah sepantasnya menjadi tugas dan tanggung jawab setiap warga negara agar kohesi sosial rakyat Indonesia, yakni Pancasika, NKRI dan Bhineka Tungga Ika tetap terjaga.

"Kita mesti belajar dari pahlawan yang gugur mempertahankan bangsa ini. Karena itu perjuangan menjaga kedaulatan NKRI dari segala persoalan sosial, termasuk isu SARA mesti menjadi tanggung jawab kita bersama. Mahasiswa siap menjadi garda terdepan," tegas Joe. (gek)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi