Perkuat NKRI, Pangdam Udayana Ajak Flobamora Rawat Kebhinekaan

Rabu, 23 November 2016 : 00.56
Kodam IX/Udayana saat menerima kunjungan Panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Flobamora @2016
DENPASAR - Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko mengharapkan Ikatan Keluarga Besar Flobamora turut menjaga kebhinekaan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Flobamora didampingi para pejabat teras Kodam IX/Udayana di Ruang Tamu Pangdam IX/Udayana Selasa (22/11/2016).

Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Flobamora, Yosef Yulius Diaz melaporkan audiensi dilakukan untuk bersilaturahmi dan melaporkan rencana kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru. Kegiatan bersama Ikatan Keluarga Besar Flobamora Tahun 2016/2017 akan digelar 7 Januari 2017 di GOR Lila Bhuana jalan Melati Denpasar.

Yusdi menyampaikan keberadaan Ikatan Keluarga Besar Flobamora ini dipandang sebagai kawitan atau rumah besar warga Nusa Tenggara Timur yang  tinggal di pulau  Dewata ini dan memayungi sejumlah entitas dari perwakilan 22 Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Timur.

"Visinya memperkuat solidaritas dan soliditas  dalam kerangka NKRI," tegas Yusdi. Misinya senantiasa terlibat sercara nyata dilandasi komitmen berdaya ubah dalam tiap derap suka dan duka di lingkungan internal serta ikut berpartisipasi dalam mendorong kemajuan pembangunan di Bali.

Salah satu wujud dari misi ini dalam rangkain kegiatan perayaan Nataru ini Flobamora telah melaksanakan kegiatan kemanusiaan dan sosial budaya antara lain, Donor Darah, Pengobatan mata gratis, layanan pasar sembako murah dan pementasan seni pertunjukan tradisional daerah Nusa Tenggara Timur.

Pangdam IX/Udayana memberikan apresiasi terhadap kegiatan dilaksanakan Ikatan Keluarga Besar Flobamora sebagai rangkaian dari perayaan Nataru tahun 2016/2017.

"Harapan semuanya dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat dalam menumbuhkan serta memupuk solidaritas dan soliditas anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutur Pangdam Kustanto.

Disela audiensi Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf J. Hotman Hutahaean S.Sos, sempat sharing dengan Ketua Umum dan Staf Pengurus Ikatan Keluarga Besar Flobamora.

Kapendam mengajak seluruh komponen masyarakat termasuk Ikatan Keluarga Besar Flobamora senantiasa menumbuhkan dan memupuk persatuan dan kebersamaan dalam kebhinekaan ini sesuai dengan Visi dan Misi Ikatan Keluarga Besar Flobamora.
 
"Persatuan dan kebersamaan anak bangsa perlu ditumbuh kembangkan dan dirawat karena energi persatuan dan kebersamaan ini dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang mendasar," katanya.

Lebih khususnya, persoalan yang menjadi tantangan Indonesia seperti kemiskinan, ketimpangan antara yang kaya dan miskin termasuk permasalahan yang bernuansa SARA, maupun berbagai kesenjangan dan perbedaan  yang lainnya.
 
Didalam  masyarakat majemuk seperti Indonesia ini, apabila kemajemukan itu dapat dikemas dan dikelola dengan baik sesungguhnya terkadung potensi yang luar biasa. Ketika kebudayaan dari berbagai suku dapat dikelola dengan baik akan menghasilkan khasanah budaya bangsa yang luar biasa.

Begitupun ketika semua umat beragama dapat hidup berdampingan satu sama lainnya dengan semangat toleransi yang tinggi dan saling menghargai, saling menghormati antara yang satu dengan yang lainnya, tentu melahirkan kehidupan harmonis, nyaman, tentram dan damai.

Cara merawat kemajemukan ini adalah dengan belajar menerima kebhinekaan itu sebagai sebuah kenyataan agar menjadi kekuatan yang positif demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai warga negara  yang baik tidak boleh mengkhianati Pancasila sebagai ideologi bangsa dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Disini tersirat bahwa setiap anak bangsa harus bisa mengimplementasikan nilai-nilai Kebhinekaan ini dalam kehidupan sehari hari baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dengan mengusung semangat Bhineka Tunggal Ika, sebagai warga negara hendaknya cerdas dalam menanggapi berbagai persoalan sehingga tidak mudah terprovokasi dan termakan oleh isu-isu yang menyesatkan dari kelompok-kelompok yang sengaja ingin mengusik ketentraman masyarakat dan merongrong kedaulatan NKRI," tegas Kapendam.

Sesungguhnya ciri khas masyarakat Indonesia adalah masyarakat cinta damai tanpa memandang perbedaan baik  Suku, Agama, Adat Istiadat, Ras maupun antar golongan, senantiasa bersatu dalam damai kemajemukan, demikian ungkap Kapendam. (gek)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi