Koster: Bali Menolak Ancaman Terhadap Ideologi Pancasila dan Pemerintahan Presiden Jokowi

Senin, 28 November 2016 : 16.52
Sosilisasi Empat Pilar Berbangsa dan Negara Denpasar @2016
DENPASAR – Ratusan anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Bali dan anggota Paskibra sekolah-sekolah di Kota Denpasar, Minggu (27/11/16) mengikuti sosilisasi 4 (empat) Pilar Berbangsa dan Negara. Kegiatan yang diprakarsai oleh PPI Provinsi Bali ini mengambil tempat di aula Gedung DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Jalan Banteng Baru, Renon Denpasar.

Sekitar 350 peserta yang hadir diberikan pengarahan dan pemahaman tentang empat pilar berbangsa dan bernegara, persatuan dan kesatuan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan idiologi Pancasila, oleh nara sumber yang sangat berkompeten.

Diantaranya, Anggota Komisi X DPR RI DR. Ir. Wayan Koster, MM yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, kemudian dua narasumber utama, Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof. DR. I Made Arya Utama, SH, MH, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali IGN Kesuma Kelakan, ST, M.Si serta sebagai moderator Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana DR. Putu Tuni Sakabawa Ladra, SH, MH.

Ketua PPI Provinsi Bali Dewa Suganda dalam, sambutannya menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada anggota PPI seluruh Bali dan siswa-siswi anggota Paskibra sekolah, mendapatkan sosialisasi pemahaman 4 pilar berbangsa dan bernegara yaitu, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Walau sering mendengar, tapi kita belum tentu mengerti apa yang dimaksud dengan empat pilar berbangsa dan bernegara. Dengan sosialisasi seperti ini kita bisa menggali nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan, menuju bangsa Indonesia yang lebih bermartabat,” katanya.

Pada kesempatan berikutnya, Wayan Koster yang memberikan arahan dengan suara lantang membakar semangat nasionalinasme peserta yang hadir.Koster mengatakan Pancasila digali oleh Bapak Bangsa 1 Juni 1945. Pancasila adalah konstitusi negara harus menaungi semua warga negara tanpa melihat agama, asal usulnya.

“Kalau sudah lahir di Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dijamin oleh Undang-Undang Dasar tahun 1945. Dan pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tercantum butir-butir Pancasila dari sila pertama sampai sila ke lima,” katanya.

Oleh Soekarno, Indonesia dimantapkan lagi dengan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena Pancasila digali Indonesia begitu luas, alamnya begitu indah, multi agama, banyak suku, dan ras yang berbeda.

Maka Bung Karno merumuskan format negara yang memberikan ruang kepada semua warga negara tanpa memandang suku, agama, ras atau golongan, dengan memilihat keanekaragaman atau bhinneka tunggal ika sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada bangsa Indonesia.

“Keanekaragaman bangsa Indonesia, diikat dalam suatu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan negara federal bukan negara bagian. Inilah yang digariskan oleh Bung Karno, dan sampai saat ini kita laksanakan dan harus dipertahankan,”tegas Koster.

Lebih lanjut Koster mengatakan, ancaman perpecahan yang dihembuskan oleh sekelompok orang dengan menggunakan isu-isu agama, dan adanya upaya-upaya untuk mengganggu persatuan dan kesatuan dan mengganti idiologi Pancasila, harus disikapi secara tegas.

“Bali menolak segala ancaman terhadap idiologi bangsa Pancasila, menolak semua ancaman yang ingin mengulingkan pemerintahan yang sah dibawah kepemimpinan presiden Joko Widodo. Bali jangan mau ikut-ikutan demo oleh kelompok-kelompok ormas di Jakarta,” tegasnya.

Pihaknya mendorong pemerintah dengan aparat penegak hukum dan penegak keamanan, menindak ormas yang ingin mengganti Pancaila yang ingin menghacurkan persatuan kesatuan, merusak bangsa dalam koridor NKRI. Kepada seluruh anggota PPI, Koster berpesan sebagai generasi penerus, anggota PPI adalah orang-orang pilihan, melalui proses seleksi yang ketat, memiliki karakter yang kuat, harus mampu menjadi bagian dari penjaga Pacasila, UUD 1945, NKRI dan keberagaman atau Bhinneka Tunggal Ika.

Sosialisasi yang juga diisi dengan sesi dialog ini, tampak begitu antusiasi dan semangat diikuti oleh peserta. Koster akan mengintruksikan bupati/walikota yang kader PDI Perjuangan, mengadakan sosialiasi empat pilar berbangsa dan bernegara masing-masing kabupaten. Dengan tujuan membumikan empat pilar berbangsa dan bernegara kepada generasi muda .(rhm)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi