KNPI Tabanan Kerahkan 20 Mobil VW Safari Kawal Pataka Perjuangan Ngurah Rai

Sabtu, 19 November 2016 : 22.17
Mobil VW Safari yang dikerahkan KNPI Tabanan untuk mengawal Pataka Perjuangan Ngurah Rai @2016
TABANAN - Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Kabupaten Tabanan mengerahkan 20 mobil VW Safari untuk mengawal napak tilas perjalanan pataka panji-panji perjuangan dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai, saat berada di Kabupaten Tabanan, Sabtu  (19/11/2016).

Mobil VW Safari yang disopiri anggota KNPI Tabanan tersebut, penumpangnya selain anggota KNPI Tabanan, juga ada yang berasal dari anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Forum Komunikasi Putra Putri Abri (FKPPI), Pemuda Panca Marga (PPM) serta wartawan.

Konvoi mobil VW Safari yang baru kali pertama dilibatkan dalam pengawalan Pataka Perjuangan Ngurah Rai tersebut mengawali start di lapangan umum Kecamatan Kediri. Rute berikutnya menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Pancaka Tirta Tabanan, lalu menuju rumah Pak Katon di Banjar, Bengkel, Desa Bengkel Sari untuk melakukan persembahyangan, kemudian menuju Monumen Perjuangan di Desa Lumbung, Selemadeg Barat.

Dari Kecamatan Selemadeg barat, kemudian menuju Monumen MBO Munduk Malang, Desa Dalang, Selemadeg Timur untuk melakukan upacara dan istirahat makan siang. Berikutnya konvoi kembali ke TMP Pancaka Tirta Tabanan, lantas melewati  Perumnas Bukit Sanggulan Indah, Desa Banjar Anyar , Kediri. Berikutnya melewati Desa Jadi, Kediri lalu ke Desa Adeng dan finish di Pura Dalem Desa Ole, Kecamatan Marga.

Ketua KNPI Kabupaten Tabanan I Dewa Ary Wirawan di sela-sela acara mengemukakan, pengerahan 20 mobil VW Safari tersebut merupakan kerjasama KNPI dengan klub Mobil VW Safari Tabanan sebagai bentuk kepedualian dan penghormatan KNPI terhadap perjuangan pahlawan I Gusti Ngurah Rai.

Meski demikian, Dewa Ary Wirawan menilai napak tilas perjalanan pataka perjuangan Ngurah Rai kali ini terkesan kurang memiliki greget dan terasa hambar. "Kesannya hanya touring saja. Ke depan mudah-mudahan bisa dikemas dengan lebih baik lagi," harapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Made Surya, salah seorang peserta konvoi yang menyayangkan sepanjang perjalanan yang terdengar hanya suara sirine. Ada sebuah mobil yang membawa Toa dan memutar lagu. Tapi yang diputar malah lagu-lagu regae.

"Harusnya sepanjang perjalanan yang diputar lagu-lagu mars perjuangan agar peserta konvoi dan warga yang mendengarnya bisa lebih semangat dan bisa merasakan perjuangannya Gusti Ngurah Rai," tandasnya. (gus)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi