Kecamatan Pupuan Kenalkan Maskot Tari Ngalap Kopi

Jumat, 04 November 2016 : 22.14
TABANAN – Ngalap Kopi tari kreasi garapan Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiarta rencananya akan dijadikan maskot Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Bali.

Sejak digelar 6 November 2016 lalu, Parade Budaya dan Pesta Rakyat HUT Kota Tabanan Ke-523 menjadi ajang masing-masing kecamatan untuk memunculkan segala potensi yang dimilikinya.

Kecamatan Pupuan yang giliran mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggara pada Kamis (3/11/2016).

Kecamatan Pupuan terkenal dengan komoditas kopi Robustanya rupanya tidak ingin ketinggalan untuk menunjukkan potensi yang dimilikinya.

Komoditas kopi sudah pasti ditunjukkan di kegiatan ini. Beberapa stan pameran memajang hasil produksi kopi dari beberapa desa di kecamatan tersebut.

Menariknya, Kecamatan Pupuan kini punya garapan seni yang terinspirasi dari aktivitas para petani Kopi.

Dalam laporannya yang disampaikan di hadapan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan undangan lainnya, Camat Pupuan I Putu Arya Suta menyabutkan bahwa tarian itu rencananya akan dijadikan maskot Kecamatan Pupuan.

“Karena itu, dalam kesempatan ini, kami memohon masukan dari Bupati, seluruh undangan yang hadir, tokoh masyarakat, dan tokoh seni. Karena kami berencana menjadikan tarian ini sebagai tarian maskot Kecamatan Pupuan,” ungkap Arya.

Rencana menjadikan tarian Ngalap Kopi sebagai tarian maskot Pupuan, sambungnya, bertujuan untuk memberi identitas kecamatan dari sisi seni tari. “Sehingga identitas ini bisa menjadi kebanggan masyarakat.

Rangkaian peringatan HUT Kota Tabanan Ke-523 di Kecamatan Pupuan telah digelar sejak 1 November 2016 yakni dalam bentuk kegiatan persembahyangan bersama.

Puncaknya yang digelar sejak pagi dengan berbagai kegiatan. Seperti, lomba penjor, lomba membuat banten pecati, pesantian, lomba yel-yel Tabanan Serasi, gebyar Yoga Asana, bela diri, pertunjukan band, gong kebyar, serta gong beleganjur.

Bupati Eka sangat mendukung dan memberi apresiasi positif. “Bagus banget idenya Pak Camat itu. Saya dorong juga kecamatan lainnya untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Terlebih, sambungnya, format peringatan HUT Kota Tabanan tahun depan akan tetap disebar di masing-masing kecamatan. Sehingga, adanya tarian maskot diharapkan bisa ditampilkan pada tahun depan.

“Yang namanya Pesta Rakyat, lebih pantas dan lebih bagus kalau dinikmati langsung oleh masyarakat. Dan, Bung Karno juga pernah mengingatkan bahwa berkepribadian dalam budaya merupakan modal bangsa dan itu adalah ciri bangsa yang harus dibanggakan,” tegasnya.

Usai membuka Pesta Rakyat, Bupati Eka juga mendapatkan hadiah dari anak-anak TK dan PAUD. Anak-anak tersebut memberikan beberapa prakarya  mereka yang terbuat dari sampah plastik. (gus)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi