Jaksa Periksa Saksi Dugaan Korupsi Pembangunan Sender Tukad Mati

Selasa, 22 November 2016 : 12.09
ilustrasi
DENPASAR - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar pimpinan Erna Normawati Widodo telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan senderan di Tukad Mati, Legian, Badung.

Tim penyidik sudah memeriksa beberapa saksi dari Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) dan rekanan PT Undagi Jaya Mandiri. Diantaranya Direktur Teknis yaitu PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) serta PPHP (Panitia Penerima Hasil Pekerjaan).
Kejaksaan di bawah pimpinan Erna Normawati Widodo, serius  menangani kasus tersebut seperti seperti Kepala Seksi Tindak Pidana Khusu, Kejari Denpasar, Syahru Wira. Dia mengatakan pihaknya sudah memeriksa BPM dan rekanan.

"Pihak Dinas BPM dan rekanan sudah kami periksa," jelas Syahru Wira kepada wartawan baru-baru ini. Hanya saja, siapa saksi yang sudah diperiksa, Syaru enggan mengatakan dengan alasan alasan bisa menganggu jalannnya pemeriksaan. Selain memeriksa saksi, pihaknya juga sudah turun ke Tukad Mati melakukan pengecekan.

Baca juga : Begini Cara Pasangan SMS Cegah Korupsi di Karangasem

Hasilnya, ada retak di beberapa senderan yang baru saja selesai dibuat. Namun Syahru masih akan melakukan pendalaman terkait kasus ini karena pihak Dinas BPM mengaku proyek tersebut ada yang sudah selesai dan diserahterimakan, tapi ada juga yang masih tahap pengerjaan.

“Ini yang akan kami dalami lagi,” tandasnya lagi. Soal dugaan mark up harga dalam proyek senderan sehingga mengakibatkan senderan rawan jebol, Syahru enggan berkomentar. Demikian saat ditanya kapan kasus ini akan naik kelas. “Doakan ya supaya lancer pemeriksaannya,” tandasnya.

Baca juga : Korupsi BBM di Jembrana, Terdakwa Ogah Ganti Kerugian Negara

Pihak rekanan PT Undagi Jaya Mandiri saat di hubungi melalui sambungan seluler ( HP ) mengatakan sudah dua kali di panggil kejaksaan dan mengakui bahwa pekerjaan itu adalah pekerjaan yang sudah diserah terimakan pihak Binamarga Badung dan pekerjaan tersebut sudah FHO.

Kata dia, jika pekerjaan tersebut masih dalam massa pemeliharaan saya siap untuk memperbaikinnya. Diketahui, penyelidikan Kejari Denpasar ini berawal laporan warga yang mengatakan jika pembangunan senderan di Tukad Mati, Legian mengalami masalah.

Baru saja selesai dan diserahterimakan, sudah ada beberapa bagian yang retak dan jebol. Proyek senderan Tukad Mati membentang sepanjang 570 meter dengan anggaran Rp 2,1 miliar digarap PT Undagi Jaya Mandiri sejak awal 2016. (rhm)

Baca juga : Mantan Bupati Klungkung Didakwa Korupsi dengan Kerugian Negara Rp111 M
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi