Desain Rectoverso Uang BI untuk Pengaman Bukan Gambar Palu Arit

Senin, 14 November 2016 : 06.24
JAKARTA - Analis Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Supriadi menegaskan polemik gambar saling isi (rectoverso) di uang kertas nominal Rp 100 ribu bukanlah palu arit yang merupakan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Nggak, bukan celurit. Ada-ada saja itu, kok dikait-kaitkan (palu arit, red). Kenapa polemik, mungkin saja, ada orang yang lagi sensitif," ungkap Analis Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Supriadi di Pulau Pantara, Kepuls)auan Seribu, Minggu 13 November 2016.

Menurut dia, desain rectoverso tersebut termasuk salah satu unsur pengaman uang yang sulit ditiru.

Logo BI itu, lanjut Supriadi, dibuat agar saat uang diterawang dapat terlihat dari sudut pandang mana pun melalui rectoverso.

(Rectoverso) itu, paling susah ditiru. Abstrak dan susah ditebak.

"Tujuannya, supaya saat diterawang dari depan atau belakang terdapat logo BI yang berhimpit," paparnya.

Kata dia, terkait desain rectoverso, memang diusulkan langsung dari pihak BI.

Setelah itu, desain yang telah ditentukan, diserahkan ke Perum Percetakan Uang RI (Peruri) untuk dicetak.

"Untuk desainnya, itu order dari BI, lalu cetak di Peruri. Tidak ada pemikiran apa, bentuk celurit atau lainnya. Tidak perlu dipermasalahkan," imbuhnya dikutip rmol.co

Selain rectoverso, ada beberapa unsur pengaman lainnya agar uang rupiah tidak mudah dipalsukan.

Antara lain, cetak dalam (intaglio) berupa angka yang dicetak kasar, tinta berubah warna, tulisan mikro (micro text), gambar tersembunyi, hingga cetakan tidak kasat mata (invisible ink). (des)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi