Delegasi BDF Kagumi Harmoni Antar Umat Beragama di Tabanan

Sabtu, 05 November 2016 : 06.55
TABANAN - Delegasi “Bali Democracy Forum (BDF) menyatakan kekaguman atas praktek kerukunan antar umat beragama yang berjalan harmonis sebagaimana ditunjukkan di Kabupaten Tabanan   

Kerukunan antar umat beragama yang dijalankan dan diperlihatkan begitu harmonis di Kabupaten Tabanan, itulah yang menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat, yakni Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia.

Kabupaten Tabanan didaulat menjadi Lokus kunjungan Delegasi “Bali Democracy Forum (BDF) 2016 yang akan berlangsung pada tanggal 8/9 Desember mendatang.

Hal itu terungkap saat Kemenlu RI melalui Direktur Diplomatiknya Al. Busyra Basnur beserta rombongan berkunjung ke Tabanan, diterima langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Sekkab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa dan As.I Sekda Tabanan I Wayan Yatnanadi di Rumah Jabatan Bupati Setempat, Kamis 3 November 2016.

Rombongan Busyra mengajak Direktur Keamanan Diplomatik Kemenlu RI I G.N. Ardiyasa beserta staf, dan dari Pemkab Tabanan juga hadir Kabag Humas dan Protokol Sekda Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan.

Rombongan meninjau lokasi yang akan kami jadikan tempat Lokus kunjungan peserta BDF, yaitu ke Pondok Pesantren Bali Bina Insani di Desa Meliling, Kerambitan.

"Kami sangat kagum saat melihat lokasi pondok pesantren tersebut, bagaimana bisa? Pondok Pesantren yang terletak ditengah-tengah pemukiman penduduk yang mayoritas Hindu bisa menunjukan kerukunan antar umat”, jelasnya Busyra.
.                                                                                                          
Dari sekian Kabupaten di Bali, bahkan di Indonesia hanya di Tabanan saja saya melihat adanya hubungan yang harmonis antara umat beragama seperti yang saya lihat di Meliling.

Atas keberhasilan Bupati Tabanan menjaga kerukunan itu, amatlah sangat cocok Tabanan mendapat penghargaan sebagai tempat kunjungan para delegasi BDF.

Yang bertujuan agar secara langsung para Delegasi bisa melihat keadaan dan kerukunan umat yang dijalankan di Tabanan sebagai contoh, tukasnya.

Dirinya juga menerangkan, BDF kali ini telah final menjadikan Pondok Pesantren Bali Bina Insani di Desa Meliling, Kerambitan, Tabanan sebagai lokus kunjungan para Dlegasi BDF.

Bali Democracy Forum ini merupakan forum kerja sama Negara-Negara Demokrasi di Asia yang diadakan setiap Bulan Desember di Bali yang bertujuan memperkuat kapasitas demokrasi melalui diskusi antar Negara.

Dimana tiap-tiap Negara akan diwakili oleh masing-masing menteri Luar Negeri, dan kali ini peserta BDF kira-kira 100-150 Negara. “Kami juga dengar kabar bahwa, mantan Sekjen PBB Kofi Annan juga akan bersedia hadir disini”, terang Busyra.

Pihaknya berharap Bupati Eka untuk memberikan sambutan pembuka dalam pelaksanaan BDF, sebagai bentuk dukungan dari Pemkab Tabanan.

"Saya kira itu sangat perlu, apalagi yang hadir adalah para Menteri Luar Negeri Negara Sahabat atau yang sederajat bahkan tahun kemarin tidak sedikit juga Kepala Negara bersedia untuk hadir.

Sembari berseloroh Eka akan menyiapkan naskah sambutan berbahasa inggris dan berorasi dengan bahasa Inggris agar pihak Kemenlu repot-repot lagi mencari penerjemah.

Saat itu Bupati Eka juga mengungkapkan keprihatinannya akan Kesatuan NKRI, “Saya melihat sekarang ini kita dalam keadaan kritis di dalam menjaga keutuhan NKRI.

Oleh sebab itu, sejak Saya menjabat menjadi Kepala Daerah selalu saya tekankan kita harus saling hormat menghormati, menghargai dan saling menyayangi sesama umat”, pungkasnya. (gus)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi