Danrem Wira Satya Ingatkan Isu SARA Jangan Sampai Menjalar ke Bali

Jumat, 11 November 2016 : 17.45
Kasdam Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono 
DENPASAR - Danrem 163/Wira Satya (WSA), Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa menegaskan isu SARA yang kini menjadi masalah serius seperti di Jakarta agar diwaspadai jangan sampai menjalar ke Pulau Bali.

Hal itu disampaikan Kolonel Cantiasa saat silaturahmi Kodam IX/Udayana dengan pemerintah, tokoh masyarakat dan agama serta Ormas segarnesun Denpasar, Kamis 10 November 2016 di Aula Makodam, Denpasar.

Danrem menyampaikan, Bali harus diperkuat adat dan instrumennya dalam rangka mengikat persatuan serta kesatuan bangsa.

"Apalagi Bali jadi barometer kebhinekaan di Indonesia," sambungnya..

Yang terjadi di Bali, akan berpengaruh hingga ke luar negeri. Fenomena globalisasi. Apalagi saat ini dunia tidak ada batas dan itu ancaman terhadap orang-orang yang dicintai. Ditambah lagi dengan adanya media sosial.

"Kenapa orang bisa kena radikalisme kemudian bisa meracik narkoba, itu semua karena media sosial. Ini perlu diwaspadai dimulai dari lingkungan keluarga,” ungkap Danrem 163/WSA.

Diharapkan, ke depan, isu SARA di Jakarta jangan sampai merebak ke Bali. Kebhinekaan sudah final, jangan diutak-atik lagi dan jangan sampai terpecah-belah.

"Cara mengatasinya kita punya Pancasila. Sadar kita adalah orang Bali dan masalah agama jangan diperdebatkan.  Kalau tidak solid, Bali akan hancur gara-gara energi habis pakai ribut dengan saudara,” tegasnya lagi.

Menindaklanjuti instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo supaya jajarannya mengantisipasi penyebaran isu SARA,

Masyarakat Bali diharapkan harus siap dan kuat menghadapi globalisasi serta ancaman proxy war dengan cara penyebaran isu SARA.

Danrem Cantiasa menegaskan, Panglima TNI telah mengumpulkan seluruh jajaran TNI di Markas Besar Angkatan Darat (AD).

“Itu arahan Bapak Presiden supaya mengumpulkan seluruh Panglima Kodam dan Danrem. Paparan beliau (Panglima TNI) dalam rangka mengantisipasi provokasi masyarakat," ujarnya..

Masyarakat harus siap dan kuat menghadapi globalisasi dan ancaman proxy war.

"Invisible hand (peranan tokoh terselubung-red) ada skenario menghancurkan bangsa ini, ada narkoba, terorisme, masalah laut China selatan dan isu tentang Darwin,” ungkapnya.

Sementara, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko yang dalam sambutannya dibacakan Kasdam Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono mengatakan, TNI adalah alat negara bidang pertahanan yang mengemban tugas pokok menegakkan kedaulatan, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI.

Selain itu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman serta gangguan.

Oleh karena itu, perlu dibangun kebersamaan dan keterpaduan seluruh komponen bangsa melalui kegiatan silahturahmi.

“Kami menaruh harapan besar dengan terselenggaranya kegiatan ini, kita memiliki persepsi sama dalam rangka menghadapi berbagai tantangan pembangunan bangsa. Terutama dalam menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa," imbunya. (des).

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi