BI Bali Luncurkan SIKUPA Cegah Penipuan KUPVA Ilegal

Kamis, 17 November 2016 : 00.12
ilustrasi
DENPASAR - Sebagai bentuk peningkatan layanan kepada masyarakat, Kantor Perwakilan Wilayah KPw BI Provinsi Bali, sebagai otoritas yang berwenang dalam pengawasan dan pembinaan KUPVA BB berinisiatif membuat suatu inovasi berupa sistem berbasis web yang dapat memberikan informasi bagi pengguna jasa layanan KUPVA BB mengenai lokasi KUPVA BB Berizin di Provinsi Bali.

Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) atau populer dikenal Money Changer merupakan salah satu bagian dari jasa layanan yang sangat bertalian erat dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri pariwisata di Bali.

"Perkembangan KUPVA Bukan Bank Berizin di Provinsi Bali mengalami peningkatan yang cukup pesat," kata Kepala KPW BI Bali Causa Iman Karana belum lama ini.

Dari data terakhir Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Bali, total KUPVA Berizin di Bali sampai dengan bulan Agustus 2016 adalah sebanyak 662 kantor dengan 139 diantaranya adalah kantor pusat, dan tersebar di seluruh Provinsi Bali.

Peningkatan jumlah KUPVA BB yang pesat ini juga didorong oleh adanya regulasi terkait Kewajiban Penggunaan Rupiah di NKRI yang berdampak pada melonjaknya jumlah pembukaan Kantor Cabang KUPVA BB di berbagai hotel dan restoran melalui mekanisme kerjasama.

Dalam perkembangannya, muncul beberapa stigma kepada para pelaku KUPVA Bukan Bank (BB) yang dianggap sebagai salah satu perusak citra pariwisata di Bali.

Hal ini disebabkan oleh ulah nakal pedagang Uang Kertas Asing (UKA) liar atau tidak berizin yang melakukan kecurangan dan penipuan kepada sejumlah wisatawan asing. Seringnya, pedagang UKA liar menggunakan kedok KUPVA BB Berizin sehingga masyarakat sulit untuk membedakannya.

Website ini menggunakan fitur Google Maps dan terdapat menu “Find Authorized Money Changer Near You” yang memungkinkan pengguna mendeteksi KUPVA BB Berizin terdekat dari lokasi orang tersebut berada.

Bahkan, pengguna juga dapat melihat foto kantor dan fasilitas serta dalam pengembangan ke depan, juga dapat dilihat informasi rate/kurs valuta asing masing-masing KUPVA BB tersebut.

Website yang dapat diakses melalui alamat www.balimoneychanger.com dibuat sangat aplikatif dengan tampilan yang menarik dan mudah diakses baik dari komputer desktop atau smartphone.

Terdapat menu “contact us” yang memungkinkan pengunjung website mengirimkan pertanyaan/saran/kritik yang langsung dihubungkan dengan e-mail pegawai KPw BI Provinsi Bali yang menangani pengawasan KUPVA BB.

Dalam rangka mensosialisasikan website www.balimoneychanger.com, KPw BI Provinsi Bali telah melakukan berbagai strategi komunikasi antara lain melalui penyampaian surat kepada asosiasi pariwisata seperti Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Juga, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Provinsi Bali.

Isinya berisi himbauan kepada pelaku pariwisata untuk menyarankan para wisatawan (tamu/kliennya masing-masing) untuk mengunjungi website www.balimoneychanger.com untuk mengetahui informasi mengenai lokasi KUPVA BB Berizin.

Untuk memperkuat sosialisasi, KPw BI Provinsi Bali juga menggunakan sarana SMS Blast yang disebar di Bandara Internasional Ngurah Rai dan titik-titik pariwisata, seperti Kuta, Seminyak, Canggu dan Ubud.

Juga pemasangan papan reklame/billboard di 2 (dua) titik pariwisata yaitu di Jl. Raya Kuta dan Jl. Raya Kerobokan (Seminyak) yang berisi himbauan agar menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di Indonesia dan melakukan penukaran valas ke Rupiah hanya dengan menggunakan KUPVA BB Berizin (Authorized Money Changer).

Strategi komunikasi dilakukan melalui social media seperti Facebook dan Intagram. Berbagai strategi komunikasi yang dilakukan ini ternyata membuahkan hasil positif.

Berdasarkan data pertengahan bulan November 2016, website www.balimoneychanger.com telah dikunjungi oleh ± 1000 orang sejak diluncurkan pada awal November 2016 lalu dan juga telah mendapatkan berbagai masukan, saran dan kritik dari pengunjung website.

Keberadaan KUPVA BB tidak berizin sangat meresahkan wisatawan asing dan sangat merugikan kita semua, sebab dapat mempengaruhi kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata di Provinsi Bali.

Pembuatan SIKUPVA merupakan suatu wujud keseriusan KPw BI Provinsi Bali untuk meningkatkan layanan terhadap stakeholder dan suatu upaya preventif untuk meminimalisasi kasus penipuan KUPVA liar/tidak berizin terhadap wisatawan asing.

Hal ini demi menjaga citra positif yang telah terbentuk di mata wisatawan asing terhadap dunia pariwisata Bali. (gek)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi