Tingkatkan Daya Saing RI, KPPU Dorong Iklim Kompetisi yang Sehat

Senin, 03 Oktober 2016 : 21.27
Ketua Komisi Pengawasa Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf (dok.kabarnusa)
JAKARTA- Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf menegaskan guna meningkatkan indeks daya saing Indonesia pihaknya terus mendorong terwujudnya iklim kompetisi yang sehat.

Hal itu disampaikan Syarkawi menanggapi laporan World Economic Forum (WEF) 2016/2017, di mana Indonesia hanya menduduki peringkat ke-41 dari 138 negara.

Syarkawi yang bersiap menghadiri ICN Cartel Workshop, menyampaikan untuk dapat meningkatkan daya saing industri nasional upaya yang mesti dilakukan adalah dengan menciptakan iklim kompetisi yang sehat.

"Diperlukan identifikasi iklim kompetisi yang tepat mengenai pemetaan tantangan dan peluang efisiensi industri nasional dan iklim investasi" ungkap Syarkawi dalam keterangan tertulisnya diterima Kabarnusa.com Senin (3/10/2016).

Posisi indeks daya saing Indonesia kembali terpuruk. Dalam laporan World Economic Forum (WEF) 2016/2017, Indonesia hanya menduduki peringkat ke-41 dari 138 negara.

Laporan tersebut menunjukkan posisi Indonesia turun empat tingkat ketimbang hasil pemeringkatan di tahun 2015 lalu, yang ditetapkan di posisi ke-37.

Bahkan, posisi Indonesia ini juga mengalami penurunan dibandingkan hasil pemeringkatan pada 2014 di posisi ke-34.

Posisi Indonesia kalah dari negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Thailand di posisi ke-34, Malaysia ke-25. Singapura juga masih menduduki peringkat ke-2. dalam laporan WEF 2016 ini.

Merosotnya peringkat Indonesia ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat pemeringkatan ini punya kaitan erat dengan kebijakan  ekonomi yang telah dihasilkan.

Naik turunnya peringkat daya saing tentu berkaitan dengan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah harus berani untuk mengkaji kembali  efektivitas paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan. Implementasi deregulasi tersebut harus betul-betul berjalan di lapangan.

Selain itu, kata Syarkawi, KPPU) juga siap untuk membantu pemerintah dalam peningkatan peringkat daya saing ini.

Apalagi, kondisi pasar atau peta persaingan usaha industri termasuk dalam salah satu dari 12 indikator penilaian pemeringkatan daya saing dari WEF.

Terkait dengan upaya identifikasi tersebut, KPPU telah menyusun indeks persaingan usaha yang dirilis KPPU berdasarkan pengolahan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

"Dalam indeks persaingan usaha yang dirilis pada bulan Agustus 2016 ini KPPU mencatat indeks persaingan usaha di Indonesia tercatat levelnya masih di bawah 0,5 dari skala 0 hingga 1.

"Artinya, iklim persaingan usaha di Indonesia masih kurang sehat, karena beberapa sektor industri masih di dominasi perusahaan tertentu dengan penguasaan aset lebih dari 30% dari total aset di suatu industri," tandasnya.

Melalui indeks persaingan usaha ini, diharapkan tidak saja dapat mejadi navigasi bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan ekonomi yang tepat di suatu sektor industri tertentu, namun juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mendorong peingkatan daya saing di tingkat nasional.

"Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi pemain penting dalam era globalisasi industri ini" tutupnya.(rhm)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi