Sinergikan Pengembangan Agribisnis, Diskanlaut Tabanan Gelar Temu Usaha

Kamis, 06 Oktober 2016 : 15.08
Suasana Temu Usaha yang digelar Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan
TABANAN - Dalam upaya mensinergikan Program Pengembangan Agribisnis Perikanan Budidaya,
Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Kabupaten Tabanan menggelar Temu Usaha Pengembangan Produk Unggulan Daerah Perikanan Budidaya di Aula BBI Pesiapan, Tabanan, Kamis (6/10/2016).

Kepala Diskanlaut Tabanan Made Subagia mengapresiasi kegiatan temu usaha ini yang diharapkan bisa mengatasi berbagai permasalahan yang ada di bidang Perikanan budidaya. "Khususnya dalam hal pemasaran produk unggulan daerah yakni ikan lele," katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Temu Usaha yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Made Widiarsa melaporkan, temu usaha ini  diikuti 25 orang peserta perwakilan dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dari empat kecamatan.

Menurut Widiarsa, tujuan diadakannya Temu Usaha ini adalah untuk mensinergikan usaha budidaya ikan lele sebagai produk unggulan Perikanan Budidaya Kabupaten Tabanan dengan aspek pemasaran dan penyediaan sarana produksinya.

"Beberapa pokdakan penerima bantuan sarana produksi pada program Tugas Pembantuan budidaya lele, bulan depan sudah memulai panen sehingga perlu antisipasi pasar," paparnya.

Sekretaris Diskanlaut Tabanan Gusti Nyoman Triana selaku moderator  mengungkapkan, temu usaha ini merupakan salah satu bentuk implementasi proyek perubahan (RPP) terkait sinergitas program pengembangan agribisnis perikanan budidaya di Kabupaten Tabanan.

Terkait hal itu, Triana minta kepada peserta temu usaha khususnya para pelaku usaha perikanan agar bisa memanfaatkan forum temu usaha ini dengan sebaik-baiknya.

Demikian juga kepada para nara sumber dari BRI, Koperasi Perikanan dan Pengusaha Perikanan, diharapkan dapat memberikan akses kemudahan untuk membantu memberdayakan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Tabanan.

"Dengan adanya sinergitas antar stake holder pelaku di bidang perikanan dari hulu sampai hilir, diharapkan masalah akses permodalan dan jaminan pasar perikanan budidaya dapat diatasi," katanya berharap.

Peserta Temu Usaha yang juga pelaku usaha perikanan Nyoman Sidiasa,  ditemui usai kegiatan mengaku bersyukur bisa mengikuti temu usaha ini karena bisa bertemu dengan sesama pelaku usaha, pelaku pasar dan stake holder lainnya dalam penyediaan saprodi dan permodalan.

"Pasar untuk perikanan budidaya sebenarnya masih terbuka lebar. Hanya saja selama ini sering terjadi mis komunikasi antara produsen dan konsumen. Dengan adanya temu usaha tadi, diharapkan mis konukasi itu tidak terjadi lagi," pungkasnya. (gus)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi