Ratusan Seniman Semarakkan Malam Pelestarian Budaya STIKOM Bali

Rabu, 26 Oktober 2016 : 20.24
DENPASAR - Ratusan seniman muda di Pulau Dewata akan turut ambil bagian dalam ajang Malam Pelestarian Budaya yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Bali pada 28 Oktober 2016.

"Stikom berkomitmen mengkolaborasikan teknologi dan kebudayaan Bali," kata Ketua Stikom Bali Dadang Hermawan dalam keterangan resminya kepada wartawan di Denpasar Rabu (26/10/2016).

Dikatakan, kegiatan itu tak lain juga dalam kerangka meningkatkan skill dan softskill mahasiswa mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa ke depan.

Kata Dadang, secara akademis,  Stikom Bali merupakan sekolah teknologi pertama yang memberi mata pelajaran tambahan seni dan budaya.

"Kami ingin mengolaborasikan antara teknologi dan seni budaya, agar mahasiswa di tidak ‎tercerabut dari akar budayanya," jelas Dadang.

Malam pelestarian budaya murni gagasan mahasiswa STIKOM yang berhimpun di Unit Kegiatan Mahasiswa Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (UKM KMHD) Stikom Bali.

Tentu saja, gagasan da;am upaya pelestarian seni budaya dengan menggabungkan sentuhan tekonolgi, mendapat dukungan penuh institusinya.


Dalam kesempatan sama, Ketua UKM KMHD Stikom Bali, Putu Gede Yudhy Pratama menyatakan, kegiatan itu sudah dirancang delapan bulan lalu dan akan memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Rencananya, kegiatan yang digelar di Art Center Denpasar mengundang delapan ribu undangan yang merupakan keluarga besar Stikom Bali dan masyarakat lainnya.

Adapun kesenian dan kebudayaan Bali yang akan ditampilkan yang hampir secara keseluruhan diperankan mahasiswa Stikom Bali.

Sekira 85 persen itu dari mahasiswa Stikom Bali. Selebihnya dari pihak luar. Selain itu, ada tari-tarian, stan kuliner Bali dan sejumlah hal lainnya yang berkaitan seni budaya Bali.

Yudhy mengaku sengaja memilihnya bertepatan dengan Sumpah Pemuda dengan harapan, malam pelestarian budaya dapat dijadikan refleksi oleh anak muda untuk terus melestarikan tradisi leluhur.

Pihaknya percaya, ke depan anak muda akan meneruskan kepemimpinan bangsa. Sebagai mahasiswa yang akrab dengan teknologi, berkeinginan bisa menggabungkan memanfaatan teknologi dengan warisam budaya Bali.

"Kami berharap karakter mahasiswa Stikom Bali tidak melupakan seni dan budaya mereka," harap Yudhy.

NAntinya, akan ditampilkan karya-karya kreatif mahasiswa Stikom Bali yang menggabungkan teknologi dan budaya.

"Kami berharap even ini bisa menghasilkan karya yang bisa mengolaborasikan antara seni dan budaya," tegasnya lagi.

Jika selama ini misalnyaa, game-game banyak berisi permainan, bela diri atau petualangan, diharpakan dari even ini lahir teknologi seperti game-game berbau budaya Bali. (rhm)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi